Wednesday, 17 Zulqaidah 1441 / 08 July 2020

Wednesday, 17 Zulqaidah 1441 / 08 July 2020

Saat Rasulullah Meminang Ramlah binti Abu Sufyan

Selasa 12 Jan 2016 11:15 WIB

Rep: Hannan Putra/ Red: achmad syalaby

Ilustrasi kafilah dagang di gurun pasir

Ilustrasi kafilah dagang di gurun pasir

Foto: saharamet.org

REPUBLIKA.CO.ID,  Setelah selesai masa 'iddah, tiba-tiba ada seorang jariyah (budak wanita) dari Najasyi  memberitahukan bahwa Ramlah binti Abu Sufyan  telah dipinang oleh pimpinan semua manusia. Alangkah bahagianya Ummu Habibah mendengar kabar tersebut hingga beliau berkata: "Semoga Allah memberikan kabar gembira untukmu".

Kegembiraannya diluapkannya dengan menanggalkan perhiasan dan gelang kakinya untuk diberikan kepada sang jariyah yang membawa kabar tersebut. Kemudian dia meminta Khalid bin Sa'ad bin al-'Ash untuk menjadi wakil baginya agar menerima lamaran Najasyi yang mewakili Rasulullah untuk menikahkan beliau dengan Ummu Habibah.

Sudah lama Rasulullah menerima kabar tentang keadaan Ummu Habibah dan ujian yang dia hadapi dalam menapaki keimanannya. (Baca: Ujian Ramlah Binti Abu Sufyan).

Pada suatu sore, Raja Najasyi mengumpulkan kaum Muslimin yang berada di Habasyah, maka datanglah mereka dengan dipimpin oleh Ja'far bin Abi Thalib, putra paman Nabi. Selanjutnya Raja Najasyi berkata:

"Segala puji bagi Allah Raja Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengkaruniakan Kemanan, Yang Memelihara, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang haq kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah yang telah dikabarkan oleh Nabi Isa bin Maryam 'alaihissalaam. Sesungguhnya Rasulullah telah mengirim surat untukku untuk melamarkan Ummu Habibah binti Abu Sufyan dan Ummu Habibah telah menerima lamaran Rasulullah, adapun maharnya adalah 400 dinar". Kemudian diletakkan uang tersebut di depan kaum Muslimin.

Kemudian Khalid bin Sa'id berkata: "Segala puji bagi Allah, aku memuji-Nya dan memohon pertolongan-Nya, aku bersaksi bahwa tiada ilah yang haq kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang Allah mengutusnya dengan membawa hidayah dan dien yang haq untuk memenangkan dien-Nya walaupun orang-orang musyrik benci. Amma ba'du, aku terima lamaran Rasulullah SAW dan aku nikahkan beliau dengan Ummu Habibah binti Abu Sufyan, semoga Allah memberkahi Rasulullah SAW."

Selanjutnya Najasyi menyerahkan dinar tersebut kepada Khalid bin Sa'id kemudian dia terima. Najasyi mengajak para sahabat untuk mengadakan walimah dengan mengatakan: "Kami persilahkan anda untuk duduk karena sesungguhnya sunnah para Nabi apabila menikah hendaklah makan-makan untuk merayakan pernikahan". Setelah kemenangan Khaibar, sampailah rombongan Muhajirin dari Habasyah, maka Rasulullah SAW bersabda: "Dengan sebab apa aku harus bergembira, karena kemenangan Khaibar atau karena datangnya Ja'far?"

Ummu Habibah bersama rombongan yang datang. Maka bertemulah Rasululah dengannya pada tahun ke enam atau ke tujuh Hijriyah. Kala itu Ummu Habibah berumur 40 tahun jadilah dia ummul Mukminin. Ummu Habibah menempatkan urusan dien pada tempat yang pertama. Dia utamakan akidahnya daripada keluarga. Dia telah mengumandangkan bahwa loyalitas adalah untuk Allah dan Rasul-Nya bukan untuk seorang pun selain keduanya.

sumber : Pusat Data Republika
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA