Friday, 16 Zulqaidah 1440 / 19 July 2019

Friday, 16 Zulqaidah 1440 / 19 July 2019

Islam Peduli Mualaf (2)

Sabtu 31 May 2014 08:19 WIB

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: M Akbar

Ustad membacakan sejumlah ketentuan menjadi Muslim kepada Ferro Darmawan (38) usai menisbihkan dirinya menjadi seorang Mualaf di Masjid Lautze, Jakarta Pusat, Senin (15/7).Hingga memasuki hari ke 5 bulan Ramadhan,Yayasan Masjid tersebut mencatat sebanyak 6

Ustad membacakan sejumlah ketentuan menjadi Muslim kepada Ferro Darmawan (38) usai menisbihkan dirinya menjadi seorang Mualaf di Masjid Lautze, Jakarta Pusat, Senin (15/7).Hingga memasuki hari ke 5 bulan Ramadhan,Yayasan Masjid tersebut mencatat sebanyak 6

Foto: Rakhmawaty La'lang

REPUBLIKA.CO.ID, Saat Rasulullah berada di Madinah, dibuat pula sebuah kesepakatan bersama antara umat Islam dan Yahudi yang menjamin kebebasan beragama. Para mualaf yang memiliki keterampilan tertentu juga diberdayakan sesuai potensinya, seperti Nu'aim bin Mas'ud yang masuk Islam saat terjadi Perang Ahzab (Khandak). Nu'aim menawarkan diri melakukan spionase terhadap musuh karena keislamannya belum diketahui siapa pun dan Rasulullah membolehkan.

Saat terjadi pengusiran Yahudi Bani Nadhir akibat pengkianatan yang mereka lakukan, Rasulullah juga mengembalikan harta yang dirampas kepada pemiliknya yang masuk Islam. Saat itu, Yahudi Bani Nadhir mengadakan perjanjian dengan kaum Muslim berupa jaminan perlindungan.

Hingga suatu ketika, Rasulullah datang kepada Yahudi Bani Nadhir guna meminta bantuan tebusan diyat (tebusan ganti rugi). Di hadapan Rasulullah, Yahudi Bani Nadhir menyanggupi membantu. Tapi, diam- diam mereka berencana menjatuhkan batu besar di atas kepala Rasulullah. Namun, rencana itu gagal.

Saat penaklukan Makkah (Fathu Makkah), Rasulullah juga memberikan kelebihan jumlah harta rampasan perang (ghanimah) kepada para mualaf Makkah. Pengembalian harta rampasan juga dilakukan kepada mereka yang akhirnya menjadi Muslim.

Selepas Rasulullah wafat, Khalifah Abu Bakar berupaya melindungi keimanan para mualaf dari berbagai suku yang jauh dari Madinah dengan mengirimkan pasukan.

Selain untuk menumpas kaum murtad dan pembangkang zakat, pasukan ini juga ditugaskan untuk menahan intervensi Romawi dan Persia yang berusaha menarik kaum Muslim mengikuti ajaran agama mereka.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA