Kamis, 15 Zulqaidah 1440 / 18 Juli 2019

Kamis, 15 Zulqaidah 1440 / 18 Juli 2019

Islam Peduli Mualaf (1)

Sabtu 31 Mei 2014 08:17 WIB

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: M Akbar

Ustad membacakan sejumlah ketentuan menjadi Muslim kepada Ferro Darmawan (38) usai menisbihkan dirinya menjadi seorang Mualaf di Masjid Lautze, Jakarta Pusat, Senin (15/7).Hingga memasuki hari ke 5 bulan Ramadhan,Yayasan Masjid tersebut mencatat sebanyak 6

Ustad membacakan sejumlah ketentuan menjadi Muslim kepada Ferro Darmawan (38) usai menisbihkan dirinya menjadi seorang Mualaf di Masjid Lautze, Jakarta Pusat, Senin (15/7).Hingga memasuki hari ke 5 bulan Ramadhan,Yayasan Masjid tersebut mencatat sebanyak 6

Foto: Rakhmawaty La'lang

REPUBLIKA.CO.ID, Dalam berbagai periode Islam sejak masa Rasulullah SAW hingga dinasti Islam sebelum abad pertengahan, Islam selalu bisa diterima melalui berbagai aspeknya, dari ekonomi hingga budaya. Menyatunya Islam dengan semua segi kehidupan membuat banyak orang di sepanjang masa tertarik untuk mendalami Islam dan menjadi mualaf.

Dalam laman resminya, organisasi Mualaf Center Indonesia menulis, mualaf berasal dari bahasa Arab yang berarti tunduk, menyerah, dan pasrah. Sedangkan, dalam pengertian Islam, mualaf digunakan untuk menunjuk seseorang yang baru masuk agama Islam. Perpindahan menjadi mualaf di tandai dengan keyakinan untuk memeluk Islam dan mengucapkan syahadat.

Pada zaman Rasulullah, mereka yang memilih menjadi Muslim tak jarang harus berpisah dengan orang tua atau meninggalkan harta benda. Untuk mencegah bergejolaknya hati para mualaf karena tak memiliki harta, sebagian zakat juga dialokasikan untuk mereka. Zakat juga merupakan bentuk kepedulian sosial dalam komunitas Muslim.

Dalam terjemahan Fiqh as-Si rah: Dirasat Manhajiah `Ilmiyah li Sirat al-Musthafa, Muhammad Sa'id Ramadhan al-Buthy menulis pada fase perkembangan Islam di Makkah, Rasul memperlakukan sejajar mualaf dari beragam latar belakang, baik budak se perti Bilal bin Rabbah maupun saudagar kaya seperti Abdurrahman bin Auf.

Ajakan untuk memeluk Islam ke wilayah di luar Makkah juga dilakukan dengan terlebih dulu mengirim duta utusan itu untuk mengajak penduduk suatu wilayah masuk Islam dengan cara yang baik. Salah satunya misi pengiriman Musab bin Umair ke Madinah.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA