Minggu, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Minggu, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Habib Idrus bin Salim Aljufri, Penyebar Islam di Indonesia Timur (3)

Kamis 10 Jan 2013 10:58 WIB

Rep: Mohammad Akbar/ Red: Chairul Akhmad

Habib Idrus bin Salim Aljufri.

Habib Idrus bin Salim Aljufri.

Foto: blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, Sebelum memutuskan hijrah ke Palu, Habib Idrus sempat mendirikan Madrasah Ar-Rabitha di Solo.

Tetapi, ikhtiarnya untuk berdakwah bukanlah di Jawa. Sempat menimbang pilihan ke Maluku dan Manado, akhirnya ia memutuskan untuk mengarungi lautan ke Palu.

Di tempat baru ini ia menemukan lingkungan yang sangat berbeda dengan di Jawa. Meski sudah ada penganut Islam, tetapi masih banyak warga di tempat ini yang melakoni ritual animisme, takhayul, dan khurafat.

Kondisi itu tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Habib Idrus. Meski demikian, hatinya tak pernah gamang. Tekadnya bulat untuk mengikis paham sesat yang telanjur berkembang di tempat baru ini. Ikhtiar dengan penuh keikhlasan itu ternyata membuahkan hasil.

Aktivitas dakwahnya dan lembaga pendidikan Alkhairaat yang didirikannya terus berkembang ke seluruh wilayah Sulawesi Tengah, lalu menyebar ke kawasan Indonesia Timur, termasuk Papua.

Dari Gelar Pahlawan Hingga Nama Bandara

Ada harapan besar yang menyembul di tengah perayaan haul Habib Idrus ke-44 tersebut. Harapan itu adalah menganugerahkan gelar pahlawan serta menjadikan namanya sebagai nama bandara di Sulawesi Tengah.

Keinginan untuk memberikan gelar pahlawan kepada Guru Tua dibenarkan oleh Menteri Sosial, Salim Segaf Aljufri, yang juga salah satu cucu Habib Idrus. Tetapi, sebagai pihak keluarga, ia menyerahkan keputusan itu kepada masyarakat.

“Kalau kami dari keluarga menyerahkannya kepada pemerintah daerah dan masyarakat. Karena apa yang dilakukan Habib Guru Tua itu secara ikhlas, tanpa pamrih,” katanya.

Titah untuk memberikan gelar pahlawan, diakui Salim Segaf, berada di bawah kewenangannya. Tetapi, ia tak mau mengintervensi. “Memang ada sekitar enam bulan di meja saya, tetapi saya sengaja tidak proses,” tuturnya.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES