Friday, 12 Rajab 1444 / 03 February 2023

Marmaduke Pickthall, Pejuang dan Pelayan Islam Sejati (4-habis)

Selasa 11 Sep 2012 21:46 WIB

Rep: Nidia Zuraya/ Red: Chairul Akhmad

Muhammad Marmaduke William Pickthall.

Muhammad Marmaduke William Pickthall.

Foto: tribune.com.pk

Warisan Sang Pejuang Agama

Menerjemahkan Alquran ke dalam bahasa Inggris merupakan salah satu obesesi hidup Muhammad Marmaduke Pickthall.

Keinginan itu bahkan telah muncul dalam dirinya sebelum memeluk Islam. Obsesi itu terwujud setelah pria yang dijuluki pejuang dan pelayan Islam sejati itu mengucap dua kalimat syahadat.

William berpendapat, setiap Muslim memiliki tanggung jawab untuk memahami Alquran dengan sebenar-benarnya. Ia mewujudkan obsesinya itu pada 1928. Proyek penerjemahan Alquran yang dilakukannya berbuah kesuksesan.

Hasil kerja kerasnya itu baru diterbitkan pada 1930 dan diberi judul “The Meaning of the Glorious Koran”. Ribuan umat Muslim pun segera mendapat manfaat dari karya Muhammad Marmaduke Pickthall yang lantas dianggap oleh banyak kalangan sebagai karya monumental.

Tak hanya itu, umat Muslim pun kemudian menyadari bahwa “The Meaning of Glorious Koran” yang diselesaikan di Kota Nizamate, Hyderabad—sebuah kawasan yang di Selatan India—yang didominasi umat Islam itu sangat penting dan bermanfaat.

Seperti ilmuwan Muslim lainnya, ia tidak menerjemahkan kata Allah SWT dalam Alquran. Ia menulis dalam kata pengantarnya, Alquran tidak bisa diterjemahkan.” Jadi, terjemahannya tetap berdampingan dengan teks asli Alquran dalam bahasa Arab.

Dalam kata pengantar dalam karyanya itu, Pickthall juga menulis mengenai keutamaan Alquran dibandingkan kitab-kitab suci lainnya. “Sebelum memulai mempelajari Alquran, seseorang haruslah menyadari bahwa ia tidak seperti bahan bacaan lain, ini merupakan sebuah buku yang unik dan berasal dari Yang Mahatinggi, pesan-pesan abadi, serta universal,” ungkapnya.

“Kandungan isinya tidak merujuk pada tema atau gaya tertentu, melainkan fondasi dari seluruh sistem kehidupan, mencakup segala spektrum permasalahan yang cakupannya mulai dari ayat-ayat kepercayaan, perintah, serta sumber pengajaran, kewajiban, hukuman bagi yang melanggar, hukum umum dan pribadi, solusi terhadap persoalan pribadi maupun sosial kemasyarakatan, serta cerita kaum di masa lampau teriring apa-apa yang dapat dipetik pelajaran darinya.”

Karya Pickthall menjadi karya pertama penulisan makna Alquran dalam bahasa Inggris oleh orang Inggris asli. Selain itu, tulisan Pickthall juga menjadi salah satu dari dua karya terjemahan Alquran dalam bahasa Inggris yang sangat populer. Karya lainnya ditulis oleh Abdullah Yusuf Ali.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA