Tuesday, 15 Syawwal 1440 / 18 June 2019

Tuesday, 15 Syawwal 1440 / 18 June 2019

Para Penguasa Umayyah (1)

Senin 13 Aug 2012 13:09 WIB

Rep: Nidia Zuraya/ Red: Chairul Akhmad

Kota Damaskus, Suriah, pusat kekuasaan Dinasti Umayyah.

Kota Damaskus, Suriah, pusat kekuasaan Dinasti Umayyah.

Foto: albumislam.com

REPUBLIKA.CO.ID, Selama berlangsungnya kekhalifahan Islam di bawah pemerintahan Dinasti Umayyah, tercatat 14 orang yang menjabat sebagai khalifah. Mereka berasal dari dua keluarga, yakni Al-Harb dan Al-Ash.

Muawiyah bin Abu Sufyan: (41-60 H/661-679 M)

Ia merupakan pendiri sekaligus penguasa pertama Daulah Bani Umayyah. Muawiyah masuk Islam pada tahun 6 H/627 M saat terjadi Perjanjian Hudaibiyah.

Dia menyembunyikan keislamannya hingga terjadinya penaklukan Kota Makkah pada tahun 8 H. Pada zaman Nabi SAW, Muawiyah merupakan salah seorang sahabat yang ikut bersama Rasulullah pada Perang Hunain dan Thaif.

Pada masa kepemimpinan Khulafaur Rasyidin, ia menempati sejumlah posisi penting, di antaranya menjadi gubernur untuk seluruh wilayah Syam pada masa Khalifah Umar bin Khathab dan memimpin pasukan kaum Muslim dalam ekspedisi penyerbuan ke wilayah Romawi dan Siprus.

Ketika memegang tampuk kekuasaan, Muawiyah banyak melakukan misi penaklukan. Wilayah-wilayah yang berhasil ditaklukkan Muawiyah antara lain adalah wilayah kekuasaan Kekaisaran Romawi (meliputi Turki, Konstantinopel, Pulau Jarba di Tunisia, Kepulauan Rhodesia, Kepulauan Kreta, dan Kepulauan Ijih dekat Konstantinopel) serta wilayah Afrika (Benzarat, Qamuniyah, Susat, Sirt, Mogadishu, Tharablis, Wadan, Qayrawan, Kur, dan Aljazair).

Marwan bin Hakam: (64-65 H/683-684 M)

Ia merupakan khalifah pertama Dinasti Muawiyah dari garis keturunan keluarga Abi Al-Ash. Setelah Yazid bin Muawiyah mengundurkan diri dari kekuasaan dan kemudian menyendiri, Bani Umayyah segera mengangkat Marwan bin Hakam pada tahun 64 H/683 M.

Pada zamannya, wilayah Syam yang sempat lepas dari genggaman kaum Muslim berhasil dikuasai kembali. Selain itu, Marwan juga berhasil merebut Mesir. Ia meninggal pada tahun 65 H/684 M setelah mengangkat anaknya sebagai penggantinya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA