Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Masjid Kubah Batu, Representasi Gaya Bizantium (1)

Senin 06 Aug 2012 21:40 WIB

Rep: Nidia Zuraya/ Red: Chairul Akhmad

Masjid Kubah Batu (Qubbat As-Sakhrah) di Yerusalem, Palestina.

Masjid Kubah Batu (Qubbat As-Sakhrah) di Yerusalem, Palestina.

Foto: blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, Menyebut nama Masjid Kubah Batu atau Qubbat As-Sakhrah, mungkin banyak umat Islam yang tak mengenalnya.

Sebab, nama ini sangat tak umum untuk nama sebuah masjid. Namun, bila ditunjukkan dengan sebuah kubah berwarna kuning, mungkin mereka akan terbayang dengan keberadaan sebuah masjid yang ada di Palestina.

Tak jarang, mereka menyebut masjid dengan kubah berwarna kuning keemasan itu sebagai Masjid Al-Aqsha. Karena berbagai ‘tipuan’ yang ditunjukkan Israel, seringkali umat Islam keliru menyebut nama masjid ini.

Mereka menyebutnya dengan Masjid Al-Aqsha. Padahal sesungguhnya, kubah Masjid Al-Aqsha berwarna hijau lumut. Itulah yang telah terjadi. Kubah Batu atau Qubbat As-Sakhrah atau Dome of the Rock adalah salah satu masterpiece arsitektur Islam.

Bangunan ini merupakan salah satu monumen arsitektural Islam paling awal yang tetap bertahan dalam bentuk aslinya dan merupakan tempat suci ketiga bagi umat Islam, setelah Masjid Al-Haram (Makkah) dan Masjid Nabawi (Madinah). Dibangun antara tahun 687 hingga tahun 691 oleh Khalifah Dinasti Umayyah, Abdul Malik bin Marwan, yang berkuasa dalam periode 685-705.

Masjid ini terletak di tengah-tengah di dalam tembok kompleks Al-Haram Asy-Syarif (tempat suci yang mulia) yang berada di dalam tembok kota lama Yerusalem (Yerusalem Timur). Tempat itu dipercayai oleh kaum Muslim sebagai titik berangkatnya Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Mikraj, perjalanan malam ke langit.

Nama Kubah Batu sendiri disesuaikan dengan kondisi tempat bangunan tersebut. Dalam “Ensiklopedi Tematis Dunia Islam: Pemikiran dan Peradaban”, dijelaskan bahwa bangunan Kubah Batu ini tepatnya didirikan di atas (gunung) batu atau karang (sakhrah). Pada batu karang ini, terdapat jejak kaki Nabi Muhammad SAW. Kini, jejak kaki Rasul atau batu yang menjadi tambatan buraq itu terdapat di bagian dalam masjid tersebut.

Tempat itu juga disebut Gunung Moria, yang dipercaya kaum Yahudi, Kristen, dan sebagian Muslim sebagai tempat Nabi Ibrahim AS mempersiapkan dirinya untuk mengurbankan anaknya Ishak AS. Nama lain tempat yang sama adalah Gunung Kuil, yang diakui sebagai tempat kuil Nabi Sulaiman AS.





BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA