Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Ibnu Abi Usaibiah, Sang Pakar Kedokteran (1)

Jumat 01 Jun 2012 17:54 WIB

Rep: Nashih Nashrullah/ Red: Chairul Akhmad

Ilustrasi

Ilustrasi

Foto: Blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, Ibnu Abi Usaibiah adalah seorang ahli kedoktoran Muslim Arab dan ahli bibliografi serta merupakan seorang ahli sejarah kedoktoran pertama yang menulis sejarah kedokteran Arab.

Nama lengkapnya Muwaffakuddin Abu Al-Abbas Ahmad bin Al-Kassim bin Khalifah bin Yunus Al-Khazraj. Ia berasal dari sebuah keluarga dokter. Ayahnya sendiri adalah dokter mata dan lahir di Damaskus sekitar tahun 590H/1994M.

Ibnu Abi Usaibiah gemar menuntut ilmu dari kecil. Pada mulanya ia berguru pada Ibnu Al-Baythar, yang memberinya pelajaran botani.

Di rumah, ia belajar ilmu kedokteran dari sang ayah (w 649 H/1251 M) dan Ar-Rahbi (w 631 H/1233 M). Ilmu yang ia peroleh kemudian dipraktikkan di Rumah Sakit Nuri Damaskus dan Rumah Sakit Nasiri di Mesir.

Kemudian pada 634H/1236 M dia bekerja pada pemerintahan Izzuddin Ayhak Al-Mu’azzami di Sarkhad. Versi lain menyebutkan bahwa pada tahun 1236, ia diutus oleh dokter Saladin ke Mesir dan dilantik memimpin sebuah rumah sakit (Nasiri).

Setahun kemudian ia menarik diri dari jabatan tersebut dan memenuhi panggilan tugas dari Kesultanan Damaskus di Salkhad. Di sanalah ia meninggal dunia pada 668 H/1270 M.

Karya-karyanya yang terkenal antara lain Isalat Al-Munajjimin, At-Tajaril wa Al-Fawil’id, Hikayat Al-Atibua’ Fi ilajat Al-Adwa, dan Ma’alim Al-Umam. Selain karya-karya tersebut di atas, dia juga banyak menulis syair-syair.

Namun, karyanya yang paling masyhur ialah Uyun Al-Anba’ fi Tabaqat Al-Atibba (Sejarah Hidup para Dokter). Ia menghimpunkan karya-karya tidak kurang 380 biografi ahli ilmu kedokteran yang tidak terkira nilainya kepada sejarah sains Arab.

Karangannya ini sekaligus menunjukkan betapa Ibnu Abi Usaibiah rajin menyalin secara harfiah dan meringkaskannya. Kemudian diperjelaskan dan diperkuat dengan bahan-bahan tambahan yang ada.

Biografi itu disusun per negara dan per generasi serta dengan susunan berukuran kecil (berbentuk naskah kecil dan disempurnakan pada 540 H/1242 M. Ia juga menambahkan dengan bahan-bahan baru yang diambil dari karya Ibnu Al-Qifti, Tarikh Al-Hukama. Semua ini dikumpulkan menjadi satu dalam sebuah jilid besar pada 667 H/1268 M.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA