Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Suatu Saat di Kota Amman (2-habis)

Kamis 24 May 2012 23:13 WIB

Red: Chairul Akhmad

Satu sudut Kota Amman, Yordania di saat malam.

Satu sudut Kota Amman, Yordania di saat malam.

Foto: http://www.trekearth.com

Oleh: Nashih Nashrullah, wartawan Republika

Makam Abdurahman bin Auf

Saya kembali lagi ke pusat kota menuju makam sahabat Nabi SAW, yaitu Abudurrahman bin Auf. Ia termasuk salah satu nominator sahabat yang dijanjikan masuk surga oleh Rasulullah.

Makam ini terletak di daerah Ajbeha, Amman. Petilasannya berada di dalam bangunan berbentuk kubus dengan kubah di atasnya. Mirip sebuah mushala mini. Tak ada patok di atas makam itu. Hanya gundukan pasir dengan batu bata yang disusun melingkar.

Gua Ashabul Kahfi

Perjalanan berlanjut menuju kawasan Abu Alanda tempat Gua Ashabul Kahfi. Selintas tempat ini tak tampak seperti gua. Bentuknya jauh berbeda dengan tekstur gua yang umum di Tanah Air, yakni berselimut lumut, ada gemericik air, atau memiliki lubang yang besar.

Di depan gua ini terdapat tumpukan batu. Pintu masuknya dibangun sedemikian rupa hingga terlihat seperti gapura lengkap dengan pintu kayu.

Memasuki gua, ada empat pahatan batu berbentuk persegi panjang. Di salah satu kotak tersimpan miniatur tulang belulang. Sejumlah gerbang peninggalan Ashabul Kahfi juga dipajang dalam etalase.

Di sampingnya terdapat lorong tempat keluar cahaya yang pernah disebutkan dalam Alquran lewat surah Al-Kahfi ayat 17. “Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit condong dari gua mereka ke sebelah kanan dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu.”

Di bagian depan gua terdapat mata air. Sejarawan Muslim klasik, Al-Waqidi, menyebut dalam kitabnya, Futuhat Syam. Ketika ia datang ke lokasi tersebut, ia sempat bersuci dan beristirahat di gua. Lantas, benarkah gua itu merupakan tempat Ashabul Kahfi bersembunyi? Tidak ada yang bisa memastikan. Penjaga gua, Ismail, mengatakan inilah gua yang paling valid untuk diklaim sebagai gua yang dimaksud.

Visa Yordania

Perjalanan ke Amman umumnya bisa ditempuh setelah melewati transit di Singapura atau Abu Dhabi terlebih dahulu. Harga tiketnya dimulai dari 1.200 dolar AS. Biasanya, wisata ke Yordania dan Amman tercakup dalam paket umrah plus jalan-jalan. Harga paket tergantung pilihan yang diinginkan.

Untuk masuk Yordania, turis asal Indonesia harus mengantongi visa. Berdasarkan keterangan dari laman Kedutaan Besar Yordania di Indonesia, Visa akan diurus dalam satu hari kerja.

Biayanya tergantung lamanya masa tinggal, mulai dari Rp 375 ribu untuk satu bulan sampai Rp 975 ribu untuk enam bulan. Turis asal Indonesia juga bisa mendapatkan visa on arrival di bandara di Yordania.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA