Wednesday, 22 Zulhijjah 1441 / 12 August 2020

Wednesday, 22 Zulhijjah 1441 / 12 August 2020

Bashrah, Jejak Islam di Kota Kanal (1)

Senin 27 Feb 2012 17:27 WIB

Rep: c02/ Red: Chairul Akhmad

 Patung serdadu Iraq di sepanjang garis pantai Syatt Al-Arab, Bashrah.

Patung serdadu Iraq di sepanjang garis pantai Syatt Al-Arab, Bashrah.

Foto: skyscrapercity.com

REPUBLIKA.CO.ID, Suatu hari Abdullah bin Umar menjenguk Ibnu Amir, Gubernur Bashrah, yang sedang terbaring sakit. "Tidakkah engkau mendoakan kebaikan untukku kepada Allah, wahai Ibnu Umar?"tanya Ibnu Umar.

"Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Tidak diterima shalat tanpa bersuci, demikian juga sedekah dari harta rampasan (hasil korupsi).' Sedangkan, engkau sekarang ini menjadi penguasa Bashrah," jawab Abdullah bin Umar memberi nasihat.

Kisah dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim itu tercantum nama "Bashrah". Menurut Dr Syauqi Abu Khalil dalam Athlas Hadith al-Nabawi, Bashrah merupakan sebuah kota di pinggiran Sungai Syath Al-Arab, setelah pertemuan Sungai Tigris dan Eufrat di Desa Al-Qurnah. "Kota itu adalah daerah reruntuhan di selatan muara Sungai Tigris dan Eufrat," ujar Dr Syauqi.

Menurut dia, Bashrah didirikan atas perintah Khalifah Umar bin Khattab. Uthbah bin Ghazwan Al-Manaziy memilih kota itu sebagai titik penyerangan ketika pasukan tentara Islam akan menaklukkan Ebola, Misenia, Ahwaz, dan Persia.

Nama Kota Bashrah tercantum dalam hadits tentang perjalanan manusia di hari kiamat. "... Lalu Allah menjawab, "Wahai Muhammad, masuklah ke surga dari umatmu yang tidak terkena hisab melalui pintu surga sebelah kanan. Mereka adalah sekelompok manusia yang dapat masuk dari pintu itu!" Demi jiwaku yang ada di kekuasaan-Nya, sesungguhnya jarak antara dua daun pintu dari pintu-pintu surga itu seperti jarak antara Makkah dan Hijr atau seperti antara Makkah dan Bashrah." (HR Muslim).

Selain dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Bashrah juga disebut dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Abu Daud, Tirmidzi, serta Nasa'i. Lalu di manakah Kota Bashrah itu berada? Bashrah adalah sebuah provinsi di Irak. Kota itu dijuluki Venesia Timur Tengah. Kota yang memiliki sejumlah terusan (kanal) itu memiliki peranan yang terbilang sangat penting dalam sejarah awal Islam.

Terletak di sepanjang Sungai Shatt Al-Arab dekat Teluk Persia, Bashrah sempat menjelma menjadi kota metropolis peradaban dan perdagangan di era Kekhalifahan Abbasiyah. Ketika Baghdad—ibukota Dinasti Abbasiyah—mencapai kejayaannya, pada saat yang bersamaan Bashrah pun tumbuh menjadi kota penting dalam peradaban Islam. Kota Bashrah yang berjarak 545 kilometer dari Baghdad itu mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-8 M.

Tak heran jika Bashrah bersaing menjadi kota metropolis peradaban dan intelektual dengan Baghdad pada era keemasan Islam. Sederet ilmuwan terkemuka yang telah mengharumkan nama Islam terlahir di Bashrah.





BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA