Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Ensiklopedi Akhlak Nabi SAW: Pilar-Pilar Akhlak Mulia

Rabu 25 Jan 2012 15:56 WIB

Red: Chairul Akhmad

Ilustrasi

Ilustrasi

Foto: 4shared.com

REPUBLIKA.CO.ID, Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam Al-Madarij mengatakan, akhlak mulia berdiri di atas empat pilar utama yang saling mendukung antara satu dan yang lain. Empat pilar itu adalah kesabaran, keberanian, keadilan dan kesucian.

Sifat sabar akan membantu seseorang untuk lebih tahan banting, mampu menahan amarah, tidak merugikan orang lain, bersikap lembah-lembut, dan tidak tergesa-gesa dalam melakukan sesuatu.

Sifat selalu menjaga kesucian diri dapat mendorong seseorang untuk tidak tergelincir ke dalam perkataan dan tindakan yang merendahkan dan menjatuhkan martabatnya. Selain itu, dapat mendorongnya untuk selalu lekat pada perasaan malu yang merupakan kunci segala kebaikan. Sifat menjaga kesucian ini juga menghindarkannya untuk terlibat dalam perbuatan keji, kikir, dusta, menggunjing, dan mengadu domba.

Sifat berani menjadikan seseorang kuat untuk menjaga harga diri, mudah untuk membumikan norma dan akhlak mulia, serta ringan tangan. Dengan begitu, ia tidak ragu mengeluarkan atau berpisah dengan harta yang dicintainya.

Sifat ini juga mempermudah untuk menahan amarah dan bersikap santun. Dengan modal keberanian, seseorang dapat menggenggam erat ketegasan jiwanya serta mengekangnya dengan tali baja yang tak mudah putus.

Abu Hurairah meriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW  bersabda, “Keberanian bukanlah seperti ditunjukkan dalam bergulat, melaikan dalam menguasai jiwa ketika marah.” (HR Bukhari dan Muslim).

Oleh karena itu, hakikat keberanian seseorang adalah kemampuan  untuk melawan musuh besarnya, yaitu hawa nafsu.

Sifat adil dapat mengasah sikap seseorang untuk terus berupaya meluruskan perangainya, membantunya memilah antara bersikap terlalu berlebihan dan bersikap terlalu kurang. Sifat ini mendorong untuk terus bersikap dermawan dan murah hati; sikap tengah-tengah antara kikir dan boros.

Selain itu, sifat ini dapat menyuntikkan sifat pemberani; sikap tengah-tengah antara pengecut dan nekat. Adil juga dapat melahirkan sifat santun; penengah antara sifat pemarah dan rendah diri.


sumber : Ensiklopedi Akhlak Muhammad SAW
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA