Minggu, 9 Zulqaidah 1439 / 22 Juli 2018

Minggu, 9 Zulqaidah 1439 / 22 Juli 2018

Inilah Imam Mahdi Menurut Sunni dan Syiah (Bag 4)

Jumat 20 Januari 2012 08:46 WIB

Red: Heri Ruslan

REPUBLIKA.CO.ID,  Oleh Heri Ruslan

Ada empat pendapat yang berkembang di dunia Islam tentang sosok yang akan menjadi Imam Mahdi.

Siapa sosok juru selamat yang akan datang di akhir zaman?  Pertanyaan ini barangkali telah muncul beberapa abad silam. Hingga kini, umat Muslim di berbagai negara masih terus memperbincangkannya. Menurut Ensiklopedi Islam,  terdapat perbedaan pendapat di kalangan umat Islam mengenai figur Imam Mahdi.

‘’Ada empat pendapat tentang figur Imam Mahdi,’’ tulis Ensiklopedi Islam. Menurut kelompok pertama,  Imam Mahdi adalah seorang yang berasal dari keturunan Fatimah Az-Zahra, putri Rasulullah SAW. Ia berasal dari ahlulbait, yang namanya sama dengan Nabi SAW. Imam mahdi akan datang pada akhir zaman.

Menurut Ensiklopedi Islam, pendapat pertama ini dianut oleh mayoritas (jumhur) ahlusunah waljamaah. Sebagian ulama Sunni menambahkan, nama ayah Imam Mahdi yang akan menjadi juru penyelamat dunia di akhir zaman juga bernama Abdullah, sama seperti nama bapaknya Nabi SAW.

Menurut kelompok kedua, Imam Mahdi hanya figur seorang penyelamat kehidupan umat Manusia. Penganut pendapat ini menegaskan, figur Imam Mahdi tak harus berasal dari keturunan Fatimah Az-Zahra saja, yang jelas ia adalah seorang Muslim. Tak heran, jika sejak abad pertama Hijriah sudah sangat banyak orang yang mengaku dan disebut sebagai Imam Mahdi.

Kelompok ketiga berpendapat, bahwa Imam mahdi bukan merupakan figur seseorang, tetapi lambang atau simbol kemenangan yang haqq (benar) terhadap yang batil atau simbol kemenangan terhadap ketidakadilan. ‘’Anggapan ini banyak dianut oleh pemikir-pemikir modern,’’ tulis Ensiklopedi Islam.

Ketiga pendapat tentang figur Imam Mahdi di atas itu banyak dianut oleh kalangan Sunni atau ahlusunah waljamaah. John L Esposito dalam Ensiklopedi Oxford, mengungkapkan, pada umumnya kaum Sunni berpendapat bahwa kehadiran Imam Mahdi pada hakitanya  adalah mewakili pandangan akan adanya pembaruan keyakinan, bukan adanya reinkarnasi Tuhan, seperti dalam ajaran Syiah.

‘’Menurut Kaum Sunni, figur Imam Mahdi yang terpilih bukanlah orang-orang yang kembali dari persembunyian,’’ papar Esposito. Wahana penting untuk menyebarkan paham ini dilakukan melalui ajaran dan tulisan para sufi, termasuk  sufi yang sangat berpengaruh, Ibnu Arabi (wafat 1240 M).

Muhammad Baqir As-Sadr dalam Al-Mahdi Al-Muntazhar fi Fikril Islamy, mengungkapkan,  sebagian ulama Sunni juga turut menjelaskan kesahihan hadis-hadis mengenai Imam Mahdi. Imam Tirmizi (wafat 279 H), misalnya, mengomentari tiga hadis mengenai Imam Mahdi. ‘’Hadis ini hasan sahih,’’ ujar Imam Tirmizi.

‘’Sesungguhnya hadis-hadis yang dijadikan hujjah oleh Allamah Hilli atas kemunculan Imam Mahdi adalah hadis-hadis sahih,’’ tuturt Ibnu Taimiyah, ulama Sunni terkemuka (wafat 728 H).  Sebagian ulama Sunni juga menyatakan, hadis-hadis tentang akan tibanya figur Imam Mahdi menjelang hari kiamat adalah mutawatir atau bersumber dari Nabi SAW.

Imam Mahdi dalam Syiah

Lalu bagaimana kaum Syiah meyakini akan datangnya Imam Mahdi?  Figur Imam Mahdi menurut penganut aliran Syiah mewakili pendapat kelompok keempat.  Menurut pendapat Syiah, Imam mahdi adalah figur yang jelas, berasal dari keturunan Fatimah atau ahlulbait, dan merupakan salah seorang dari imam-imam ahlulbait.

Meski begitu, di kalangan penganut aliran Syiah pun, terdapat perbedaan pendapat mengenai figur dari imam-imam itu yang diyakini sebagai Imam Mahdi. Menurut Ensiklopedi Islam, terdapat tiga golongan utama tentang sosok Imam Mahdi dalam Syiah.

Pertama, kelompok Kaisaniyah yang menganggap bahwa Muhammad bin Hafiah, putra Ali bin Abi Thalib adalah Imam Mahdi. Kedua, Syiah Ismailiyah as-Sabiyyah ( Syiah tujuh imam), menganggap bahwa  Isma’il bin Jafar as-Sadiq sebagai  Imam Mahdi. Ketiga, Syiah Dua Belas, yang menganggap Muhammad Al-Muntazar bin hasan Al-Askari, imam yang ke-12 sebagai Imam Mahdi.

Syiah Dua Belas memiliki penganut yang mayoritas hingga kini. Dalam pandangan mereka, Muhammad Al-Muntazar adalah Imam Mahdi yang dijanjikan. Akan tetapi, menurut penganut Syiah Dua Belas ini, pada tahun 329 H, sosok imam mereka itu digaibkan oleh Allah SWT dari alam nyata.

Menurut pandangan penganut Syiah, Imam mahdi  akan hadir untuk memperbaiki kesalahan yang dilakukan terhadap kaum tertindas dan menegakkan keadilan. ‘’Yang oleh penganut Syiah dimaksudkan sebagai penghapus kekhalifahan penindas dan kembali pada Islam yang murni.

Para penganut Syiah juga meyakini bahwa , Imam Mahdi akan datang untuk mengislamkan dunia. Di antara berbagai faksi Syiah, papar Esposito, perbedaan tentang figur atau tokoh yang akan menjadi Imam Mahdi merupakan salah satu faktor utama yang membuat Syiah terbagi ke dalam beberapa sekte.

Para pengikut Syiah menyakini, ketika Imam Mahdi muncul dari kegaiban yang ditetapkan oleh Tuhan, maka dunia akan dipenuhi dengan keadilan, sebagaimana  sekarang dunia dipenuhi dengan ketidakadilan. Tak heran, jika setiap generasi muncul sebuah keyakninan bahwa Imam Mahdi akan mucul pada masa mereka.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES