Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

FKUB Jabar Ajak Masyarakat Rajut Kembali Tali Persaudaraan

Senin 22 Apr 2019 18:41 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Petugas menempelkan penanda kotak suara saat simulasi Rekapitulasi Suara Pemilu 2019 Tingkat Kecamatan di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/10).

Petugas menempelkan penanda kotak suara saat simulasi Rekapitulasi Suara Pemilu 2019 Tingkat Kecamatan di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/10).

Foto: Antara/M Agung Rajasa
FKUB menilai saatnya masyarakat tanggalkan perbedaan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG— Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Barat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali menuai kebersamaan setelah pelaksanaan Pemilu 2019.

Baca Juga

Ketua FKUB Jabar, Rafani Achyar, mengatakan tidak ada hal indah lain seindah merajut kembali harmoni kebersamaan sebangsa dan setanah air. Dengan demikian, dia berharap agar masyarakat mengakhiri perbedaan yang dapat berakibat perpecahan.

"Karena itu, marilah saat ini kesampingkan perbedaan pandangan politik yang bisa menimbulkan ketegangan," kata Rafani di Mapolda Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin (22/4).

Dia mengajak masyarakat, khususnya di Jawa Barat untuk kembali merangkai persatuan yang dalam istilah Islam disebut dengan ukhuwah. Menurutnya ada tiga ukhuwah yakni ukhuwah islamiyah, ukhuwah insaniyah (persaudaraan kemanusiaan), dan ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan).

"Kalau tiga ukhuwah kembali kita rajut, maka apapun, siapapun yang jadi pemenang pilpres dan pileg itu semua untuk kejayaan negara kita," katanya.

Rafani menambahkan saat ini pihak KPU tengah melakukan penghitungan suara. Pihaknya meminta masyarakat untuk tetap bersabar menunggu hasil. “Mari kita nantikan penghitungan ''real count'' KPU," kata dia.

Dia berharap masyarakat bisa kembali menanam semangat persaudaraan usai perbedaan pandangan politik belakangan ini. "Tumbuhkan kembali persaudaraan ukhuwah, rasa nasib sepenanggungan anak bangsa di negara tercinta ini," kata dia.

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA