Selasa, 13 Zulqaidah 1440 / 16 Juli 2019

Selasa, 13 Zulqaidah 1440 / 16 Juli 2019

Forum Santri Nasional Inginkan Kopiah dan Sarung Mendunia

Sabtu 30 Mar 2019 22:40 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Kongres Santri dan Rapat Kerja Forum Santri Nasional (FSN) I di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (30/3)

Kongres Santri dan Rapat Kerja Forum Santri Nasional (FSN) I di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (30/3)

Foto: Dok istimewa
Kopiah dan Sarung telah diperkenalkan para pendiri bangsa.

REPUBLIKA.CO.ID, REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Forum Santri Nasional menginginkan agar sarung dan kopiah tidak hanya diminati di level nasional, tetapi juga digandrungi di kancah internasional. 

Pernyataan ini disampaikan Katib Aam FSN, Gus Mashudi Abdurrahman, menanggapi Indonesia Fashion Week (IFW) 2019 yang dihelat bertepatan dengan Kongres Santri dan Rapat Kerja Forum Santri Nasional (FSN) I di Jakarta Convention Center (JCC). 

Baca Juga

“Ke depan, mudah-mudahan FSN juga bisa turut serta dalam IFW, karena banyak juga potensi di bidang desain busana, modelling maupun fotografinya,” ujar Gus Uday, begitu akrab disapa, dalam keterangannya kepada Republika.co.id di Jakarta, Sabtu (30/3). 

Menurut Gus Uday, ajang fashion show bernilai positif untuk mempromosikan busana tradisional dan potensi wisata di Indonesia. Santri, menurut Gus Uday punya tradisi busana yang bisa jadi trend model nasional bahkan internasional. 

“Sarung dan peci kan sudah jadi salah satu dari identitas nasional. Bahkan Bung Karno (presiden RI pertama Sukarno) dan para founding father Indonesia, dulu menjadikan peci sebagai busana resmi saat melakukan kunjungan ke berbagai negara,” imbuhnya. 

Menurut Gus Uday, selain menjadi identitas nasional, kopiah juga menjadi ciri budaya keagamaan seseorang. Warisan budaya leluhur ini terus dipakai sebagai identitas sekaligus estetika. 

Ketua Panitia Kongres Santri yang juga Wakil Rais Aam FSN, Gus Arif Rahmansyah Marbun mengungkapkan, Kongres pertama FSN menghasilkan sejumlah rekomendasi   untuk memperkuat kapasitas santri dan kelembagaan pesantren. 

“Penguatan kapasitas santri itu melalui pelatihan life skill dan pengembangan minat dan bakat santri, termasuk di bidang desain grafis, desain busana  dan lain-lain. Kita perkuat SDM santri. Kita kobarkan cita-cita FSN sebagai poros baru kemasyarakatan dan kebangsaan,” imbuhnya.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA