Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Wantim MUI Minta Penyelenggara Pemilu Jadi Wasit yang Adil

Rabu 27 Mar 2019 17:17 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Agung Sasongko

Din Syamsuddin

Din Syamsuddin

Foto: Republika/Irwan Kelana
Wantim MUI mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama sama mengawal Pemilu 2019

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) prihatin adanya gejala dan gelagat dalam kehidupan bangsa yang menunjukan perseturuan, perselisihan serta perbedaan pendapat yang tajam. Kondisi tersebut sangat potensial menimbulkan perpecahan bangsa. Maka Wantim MUI meminta penyelenggara Pemilu 2019 menjadi wasit yang adil.

Baca Juga

"Dewan Pertimbangan MUI mendorong adanya terselenggaranya Pemilu 2019 sebagai Pemilu yang damai, berkualitas, berkeadilan dan berkeadaban," kata Ketua Wantim MUI, Prof Din Samsyuddin saat memberikan kesimpulan Rapat Pleno Wantim MUI ke-37 di Kantor MUI Pusat, Rabu (27/3).

Prof Din menegaskan, Wantim MUI juga menyeru kepada penyelenggara Pemilu 2019 baik KPU, Bawaslu, lembaga-lembaga di bawahnya, aparat penegak hukum dan keamanan. Supaya mereka dapat menyelenggarakan Pemilu 2019 dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

Wantim MUI menyeru agar penyelenggara Pemilu 2019 termasuk aparat penegak hukum dan keamanan menampilkan diri sebagai wasit yang adil. Wantim MUI berharap Pemilu 2019 menjadi Pemilu yang damai, berkualitas, berkeadilan dan berkeadaban.

"Maka (Wantim MUI) terhadap gejala perpecahan bangsa, menolak setiap gejala dan gelagat yang ingin mengadu domba memecah belah kehidupaan bangsa dan umat Islam khususnya," ujarnya.

Prof Din menambahkan, Wantim MUI mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama sama mengawal Pemilu 2019. Sehingga menjadi kekuatan pemersatu bangsa pada masa yang akan datang.

Wantim MUI mengimbau masyarakat Indonesia khususnya umat Islam supaya menggunakan hak pilihnya. Hal tersebut sebagai manifestasi dari tanggung jawab sebagai warga negara yang baik. Sebab pemilihan pemimpin dalam pandangan Islam adalah kewajiban kebangsaan dan keagamaan.

Wantim MUI juga berpesan kepada seluruh elemen bangsa agar meningkatkan kecerdasan politik demi terwujudnya Pemilu yang berkualitas. Caranya dengan memilih pemimpin sesuai dengan kata hati, kolbu dan pengetahuan politik dalam rangka menjamin kelangsungan hidup berbangsa serta bernegara. Yaitu Indonesia yang adil dan makmur di bawah naungan serta maghfirah Allah SWT.

"Dewan Pertimbangan MUI menyeru umat Islam untuk terus berdoa kepada Allah SWT memohon agar bangsa Indonesia diberi kekuatan lahir dan batin, serta terhindar dari mala petaka perbedaan dan permusuhan," kata Prof Din.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA