Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

DMI Bertekad Realisasikan Masjid Ramah Anak Hingga 2030

Rabu 13 Mar 2019 22:07 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Halaman dalam masjid yang beralaskan rumput sintetis dimanfaatkan oleh anak-anak untuk bermain sambil menunggu orang tuanya menunaikan solat.

Halaman dalam masjid yang beralaskan rumput sintetis dimanfaatkan oleh anak-anak untuk bermain sambil menunggu orang tuanya menunaikan solat.

Foto: Republika/Lilis Sri Handayani
Masjid ramah anak adalah upaya agar anak lebih betah di masjid.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dewan Masjid Indonesia (DMI) bertekad mewujudkan masjid lebih ramah terhadap anak hingga 2030 mendatang. 

Baca Juga

Panduan Pengembangan Masjid Ramah Anak (MRA) yang merupakan hasil Silaturahim Nasional Sejuta Masjid Ramah Anak (SEMARAK) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur yang digelar sejak Selasa (12/3), merupakan upaya untuk mewujudkan tekad tersebut. 

"Targetnya itu 2030 terkait dengan secara umum sejuta masjid ramah anak sudah terpenuhi," ujar Ketua Panitia Silaturahim Nasional Sejuta Masjid Ramah Anak, Kustini, saat ditemui Republika.co.id usai acara penutupan, Rabu (13/3). 

Dia menuturkan, dalam acara ini pihaknya telah menyosialisasikan buku panduan gerakan sejuta masjid ramah anak. 

Menurut dia, buku panduan tersebut masih dalam proses untuk terus diperbaiki, tapi pihaknya akan langsung memulai gerakan itu. 

"Forum ini juga sebagai salah satu media untuk menyempurnakan panduan tersebut. Tadi malam kita sudah membagi kelompok untuk mengkritisi lima bab dalam buku panduan itu," ucap Ketua Departemen PPMAK DMI ini. 

Menurut dia, masukan para peserta sangat konstruktif untuk menyempurnakan buku panduan itu.  

Dalam penutupan kegiatan itu, kata dia, pihaknya menugaskan para peserta untuk membuat rencana tindak lanjut di masing-masing provinsi, yang terdiri dari pimpinan wilayah, badan otonom DMI, dan perwakilan dewan kemakmuran masjid (DKM).   

Dia mengatakan, dalam kegiatan ini para peserta juga mengidentifikasi masalah-masalah yang ada di daerah untuk mewujudkan masjid ramah anak, termasuk masih kurangnya sarana pendukung. 

Karena itu, menurut dia, kedepannya masjid harus membangun tempat wudhu yang bisa dijangkau anak-anak.  

Selain itu, tidak boleh ada tangga yang tinggi, kemudian ada tempat bermain anak-anak, dan juga ada perpustakaan yang isinya buku bacaan anak-anak. "Jadi banyak sekali usulannya soal sarana prasarana masjidnya," jelas Kustini. 

Dia menjelaskan, saat ini juga masih belum ada kesamaan pandangan tentang pentingnya anak di masjid. Karena, sebagian masyarakat masih memandang bahwa anak-anak di masjid justru akan menganggu kegiatan ibadah.  

"Nah sekarang masjid ramah anak bagaimana anak-anak ini betah di masjid tanpa harus menganggu ibadah. Jadi mungkin harus ada ruang-ruang khusus untuk anak. Itulah masjid ramah anak," katannya. 

Kustini menambahkan, untuk mewujudkan sejuta masjid ramah anak kedepannya DMI akan bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan juga Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag).   

"Kemenag juga telah memberikan dukungan yang positif yang akan memberikan bantuan untuk masjid-masjid yang akan dijadikan percontohan masjid ramah anak," ujarnya.  

Di tempat yang sama, Ketua PP DMI Bidang PPMAK, Maria Ulfah Anshor berharap dengan adanya Silaturahim Nasional Gerakan Sejuta Masjid Ramah Anak ini, ke depannya anak-anak bisa lebih dekat dengan masjid.

"Harapannya anak-anak lebih dekat dengan masjid. Yang semula ada anak-anak yang diusir dari masjid kali ini bagaimana kita merangkul anak-anak kita untuk bisa beraktivitas di masjid," kata Ulfah.

Dia menjelaskan, gerakan sejuta masjid ramah anak ini terinspirasi dari gagasan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Dia berharap, ke depannya kementerian lain yang berada di bawah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) juga mendukung gerakan ini. 

"Silatnas ini didukung Menko Kemenko PMK. Ke depannya tentu saja kementerian terkait di bawah Menko PMK bisa mensupport," tutupnya. 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA