Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Melalui STQH, Bantaeng Dorong Pembelajaran Alquran

Kamis 21 Feb 2019 21:12 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Seorang jamaah membaca Alquran seusai shalat di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, Senin (26/11).

Seorang jamaah membaca Alquran seusai shalat di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, Senin (26/11).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Kegiatan ini bertujuan untuk menyaring hafiz terbaik di Bantaeng.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR— Pemerintah Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, menggelar Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH). Kegiatan ini sebagai upaya  untuk menumbuhkan minat baca Alquran kepada masyarakatnya.

Baca Juga

"Kita akan terus memberikan support untuk segala kegiataan keagamaan di Bantaeng, apalagi menumbuhkan minat baca Alquran bagi masyarakat," ujar Wakil Bupati Bantaeng, Sahabuddin, Kamis (21/2).

Ia mengatakan kegiatan seperti STQH ini akan terus didukung dan menjadi program tahunan agar pengembangan akhlak bagi masyarakat bisa terus berjalan.

Sahabuddin menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Bantaeng akan terus mendorong kegiatan yang bermuara pada kebaikan masyarakat Bantaeng. 

"Kita berharap peserta yang tersaring akan diikutkan pada STQH tingkat provinsi adalah peserta yang memang asli dari Bantaeng. Kita akan dorong ke tingkat provinsi nanti dan semoga bukan pinjaman dari daerah lain," jelasnya.

Ketua panitia STQH, Syamsu Suli, mengatakan kegiatan ini diselenggarakan dengan melibatkan seluruh kecamatan yang ada di Bantaeng. Jumlah peserta sebanyak 200 orang berasal dari delapan kontingen yang ada di Bantaeng. 

Ia menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk menyaring hafiz terbaik di Bantaeng. Peserta yang terbaik akan kembali dipertandingkan di tingkat provinsi yang digelar di Tana Toraja pada 22 April mendatang. 

Ia juga mengatakan, kegiatan ini tidak sekadar untuk perebutan hadiah dan mencari yang terbaik.

Menurutnya, kegiatan itu juga bertujuan untuk menumbuhkembangkan baca dan tulis Alquran di Bantaeng. 

"Sehingga landasan keagamaan terus menjadi dasar dalam melaksanakan kegiatan keseharian kita," jelas dia.  

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA