Rabu, 17 Ramadhan 1440 / 22 Mei 2019

Rabu, 17 Ramadhan 1440 / 22 Mei 2019

DMI Ajak Majelis Taklim Jaga Keberagaman dan Persatuan

Sabtu 02 Feb 2019 16:33 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Ketua Harian Dewan Masjid Indonesia Drs. Syafruddin.

Ketua Harian Dewan Masjid Indonesia Drs. Syafruddin.

Foto: dok. DMI
Persatuan merupakan modal penting dalam membangun bangsa dan negara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Dewan Masjid Indonesia (DMI) anggota majelis taklim, khususnya para ibu untuk menjaga keberagaman dan persatuan Indonesia dengan menjalankan dan menjaga ukhuwah islamiyah. 

"Keberagaman dan ukhuwah islamiyah yang membuat Indonesia damai menjadi contoh banyak negara di dunia. Untuk itu mari kita istiqamah menjalankan ukhuwah islamiyah dalam kehidupan sehari-hari," kata Ketua Harian DMI, Syafruddin, pada Dzikir, Tausyiah dan Doa bersama untuk Pemilu Damai oleh DMI di Jakarta, Sabtu (2//2).

Menurut dia, hal Itulah yang menjadi alasan banyak negara di dunia yang sedang mengalami konflik meminta Indonesia menjadi juru damai.

"Sebagai negara Islam terbesar, ternyata Indonesia bisa hidup damai dan rukun dengan sesama sehingga negara seperti Filipina, Myanmar dan Afghanistan minta kita mendamaikan konflik yang ada," ungkap Syafruddin. 

Selain itu juga, Islam masuk ke Indonesia dengan cara yang damai serta berkembang dengan adat ketimuran.

Syafruddin yang juga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi ini menekankan pentingnya kerukunan umat bagi peradaban kemajuan Islam agar tidak terjadi perpecahan seperti yang terjadi di kawasan jazirah Arab dan banyak terjadi pertikaian di antara sesama Muslim. 

"Pergesekan justru terjadi di negara Muslim seperti Suriah, Irak, Yaman, dan lainnya. Sedangkan di benua Eropa kehidupan damai sehingga Islam bisa berkembang sangat pesat," ucap Syafruddin.

Hal itu, tambahnya, karena saat ini peradaban Islam di benua Eropa berkembang sangat pesat. 

Mantan Wakapolri berbintang tiga ini menceritakan saat menempuh pendidikan di Inggris, jumlah masjid yang ada hanya delapan, tetapi kini sudah ratusan dan mayoritas kaum ibu-ibu yang mengisi kegiatan.

Bahkan sebuah penelitian yang dilakukan di Jerman mengatakan, kata dia, di masa mendatang sebagian besar penduduk benua Eropa beragama Islam dan pertumbuhan masjid sebagai simbol peradaban Islam akan berkembang sangat pesat di sana. 

"Untuk itu mari kita jaga masjid sebagai tempat suci untuk kegiatan suci, jangan untuk kegiatan yang tidak penting," kata Syafruddin.

Dalam acara yang juga dihadiri oleh Plt Sekjend DMI, Arief Rosyid, pengurus DMI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur itu, Syafruddin mengapresiasi para pengurus DMI yang telah melaksanakan kegiatan ini secara serempak. 

Harapannya kegiatan ini akan menjadi penguat kerukunan dan membuat Indonesia semakin damai sehingga dapat berkontribusi positif untuk perkembangan peradaban Islam. 

 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA