Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Khalifaur Rasyidin Beri Perhatian Anak Yatim

Sabtu 07 Sep 2019 15:30 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Agung Sasongko

Sejumlah anak yatim piatu yang mendapatkan bantuan di bulan Ramadhan (ilustrasi).

Sejumlah anak yatim piatu yang mendapatkan bantuan di bulan Ramadhan (ilustrasi).

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Kas baitul mal cukup untuk menanggung kehidupan anak yatim.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Muharram merupakan salah satu bulan yang istimewa dalam kalender Islam. Selain dikenal sebagai momentum hijrah, Muharram lekat dengan anak yatim.

Baca Juga

Pada masa Khalifaur Rasyidin, keberadaan anak yatim ini menjadi perhatian dan tanggungan negara. Mereka ditanggung kebutuhannya dengan menggunakan kemampuan baitul mal yang didapatkan dari zakat, zakat fitrah, wakaf, jizyah (pembayaran dari non-Muslim untuk menjamin perlindungan keamanan), dan kharraj (pajak atas tanah atau hasil tanah).

Dana zakat pada masa itu disebut wajib untuk dibayarkan. Oleh karena itu, kas baitul mal cukup untuk menanggung kehidupan anak yatim. Bahkan, kas negara ini juga bisa dinikmati manfaatnya oleh orang miskin dan telantar.

“Negara kita harusnya juga begitu, Undang-Undang Dasar (UUD) mengamanahkan kita untuk merawat mereka. Tetapi, praktiknya belum berjalan," ujar Waketum MUI, Prof Yunahar Ilyas.

Yunahar pun mengkritik donatur yang menjadikan anak yatim sebagai tontonan. Ia melihat banyak donatur yang datang ke panti lalu anak-anak yatim ini dikumpulkan di suatu tempat. Menurut dia, tindakan seperti itu tidak perlu. Dalam menyerahkan bantuan pun cukup dengan peng urusnya saja.

"Semakin sering mereka dikumpulkan dan diingatkan jika mereka anak yatim, tentu mereka akan semakin sedih. Biarkanlah anak-anak ini hidup seperti biasa," ucap dia

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA