Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

MUI Imbau Khatib Idul Fitri Doakan Kedamaian Bangsa

Selasa 04 Jun 2019 18:23 WIB

Red: EH Ismail

Asrorun Niam Sholeh

Asrorun Niam Sholeh

Foto: Humas Kemenpora
Hakikat idul fitri adalah kesediaan untuk berbagi permaafan sebelum orang memintanya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia mengimbau para khatib Idul Fitri menyampaikan pesan kedamaian bangsa agar persatuan dan kedaulatan bangsa terjaga. Mereka diharapkan menjadi pengarah masyarakat agar menghadapi kelanjutan pembangunan.

“Selamat menyongsong idul fitri. Jangan lupa menunaikan kewajiban lain seperti zakat fitrah dan juga zakat mal,” ujar Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni’am Sholeh dalam keterangan tertulisnya di Jakarta pada Selasa (4/6). 

Pihaknya mengharapkan para khatib idul fitri menyelipkan doa dalam khutbahnya untuk kedamaian dan kemaslahatan bangsa, serta tetap terpeliharanya keamanan,  kenyamanan,  dan jauh dari rasa permusuhan yang bisa mengoyak kebersamaan kita sebagai bangsa. Mendoakan para pemimpin bangsa untuk terus diberi kekuatan untuk membangun bangsa. Para elitnya diberi kekuatan untuk membangun kebersamaan dan menahan diri dari perpecahan.

Asrorun menjelaskan, hakikat idul fitri adalah kesediaan untuk berbagi permaafan sebelum orang memintanya.  Saling memaafkan adalah kunci untuk merajut tali silaturahim.  Hakikat silaturahim adalah menyambungkan tali persaudaraan yang pernah terputus. Terputus karena jarak,  karena kesalahpahaman,  karena pemilu,  dan karena sebab apapun. 

Umat Islam memperkokoh persaudaraan, baik persaudaraan sesama umat (ukhuwwah Islamiyah),  persaudaraan sebangsa (ukhuwwuh wathaniyyah) maupun persaudaraan sesama manusia (ukhuwwah Insaniyah). Tidak ada lagi sekat yang memisahkan,  terutama faktor psikologis akibat sisa-sisa pemilu. Saatnya merajut kebersamaan untuk kemaslahatan bersama. Kerugian bangsa lain yang pecah akibat konflik harus dijadikan pelajaran berharga agar kita tidak jatuh pd kndisi yang sama. 

“Yang sedang liburan di tempat wisata dan sanak keluarga,  tetap menjaga ketentuan agama,  menjalankan kewajiban shalat dan lainnya serta menghindarkan diri dari hal yang dilarang,” ujarnya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA