Saturday, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Saturday, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Pesantren di Boyolali Kembali Luluskan 101 Hafiz Remaja

Kamis 09 May 2019 12:05 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Hasanul Rizqa

(Ilustrasi) Sejumlah santri senior mendengarkan ceramah.

(Ilustrasi) Sejumlah santri senior mendengarkan ceramah.

Foto: Antara/Anis Efizudin
Sebanyak 101 hafiz remaja itu terharu ketika mendoakan orang tua mereka

REPUBLIKA.CO.ID, BOYOLALI -- Pondok Pesantren Islam Terpadu (PPIT) Al Hikmah, Kecamatan Karanggede, Boyolali, Jawa Tengah, kembali meluluskan cukup banyak hafiz atau penghafal Alquran. Kali ini, sebanyak 101 orang santri setempat lulus dengan predikat hafiz.

Baca Juga

Mereka tergolong muda. Seluruhnya berasal dari lulusan kelas 9 MTsT dan/atau kelas 12 SMAIT Al Hikmah. Perinciannya, masing- masing terdiri atas 79 santri MTs dan 22 santri SMA.

Wisuda Akhirussanah ke-101 orang santri PPIT Al Hikmah tahun ini dilaksanakan pada Ahad (5/5) lalu di gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Karanggede, Kecamatan Karanggede.

Dalam sambutannya, Direktur Pesantren PPIT Al Hikmah Boyolali, Ustaz Ahmad Mifdlol Muthohar menekankan tiga hal utama kepada para santri.

Pertama, menaati Allah dengan sebenar- benarnya. Bertakwa kepada Allah dengan sebenar- benar ketakwaan dan berjihad di jalan Allah dengan sebenar- benar jihad.

“Antum sekalian sudah lulus, 30 Juz merupakan hafalan Alquran yang banyak, hargailah Allah dengan sebenar- benar penghargaan. Kalau memang antum hafal, maka harus di muroja'ah terus," katanya, dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Kamis (9/5).

Ia juga berpesan kepada para santri agar kemampuan hafalan Alquran senantiasa digunakan. Misalnya, dalam shalat tahajud, atau ibadah keseharian. 

Para santri diminta tidak hanya sekadar hafal dan menguasai, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai qurani dalam kehidupan sehari- hari serta bagi kemaslahatan umat. 

“Dengan begitu, kemampuan yang dimiliki para santri ini akan menjadi lebih bermanfaat, tidak hanya bagi santri sendiri namun juga bagi umat lainnya,” tandas ustaz Mifdol kepada para wisudawan.

 

Haru Biru 

Sementara itu, momen mengharukan terjadi dalam Wisuda Akhirussanah kali ini. Para wisudawan yang telah menyelesaikan hafalan 30 Juz Alquran diberi kesempatan untuk memberikan mahkota kepada orang tuanya.

Tak pelak, para orang tua/ wali pun ikut terharu dan larut dalam kebahagiaan hingga meneteskan air mata saat prosesi pemakaikan mahkota dilakukan.

Mereka adalah Hanif Abdullah Muttaqin, Adam Naufal Rafi’, Ahsin ‘Azamy, Labiq Yafuz, Muh. Reza Husin, Fawwas Farhanul Ihsan, Wafiq Mujahidul Haqq, Yusron Kusuma Adi, Muh. Azzam Hafidhuddin, Muh. Faiz, Muh. Hanif Santosa, dan Faiz Ikbal Aziz.

Pemberian mahkota ini merupakan konsep atau simbol baru dari panitia. Hal ini sebagai simbol ‘hadiah’ kepada orang tua dari para wisudawan yang menyelesaikan hafalan 30 juz Alquran di momen wisuda.

“Prosesi ini sekaligus untuk memberikan inspirasi kepada yang lain untuk menyelesaikan hafalan Alquran. Terlebih, PPIT Al Hikmah adalah pesantren yang fokus pada program tahfidzul quran,” tambah ustaz Mifdol. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA