Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Korban Meninggal Penembakan Masjid Selandia Baru 49 Orang

Jumat 15 Mar 2019 15:53 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nur Aini

Polisi menjauhkan orang-orang dari luar masjid di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3). Penembakan terjadi di Masjid Al Noor saat jamaah sedang menunaikan shalat Jumat.

Polisi menjauhkan orang-orang dari luar masjid di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3). Penembakan terjadi di Masjid Al Noor saat jamaah sedang menunaikan shalat Jumat.

Foto: AP Photo/Mark Baker
Korban meninggal akibat penembakan di dua masjid Selandia Baru.

REPUBLIKA.CO.ID, CHRISTCHURCH -- Setidaknya 49 orang telah tewas dalam serangan teroris di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru.

Baca Juga

Komisaris Polisi Selandia Baru Mike Bush mengatakan 41 orang tewas dalam penembakan di sebuah masjid di Deans Avenue di pusat Christchurch, dan 7 lainnya di masjid kedua di pinggiran Linwood yang berdekatan. Dari 40 orang yang dirawat di Rumah Sakit Christchurch, satu telah meninggal dunia.

"Hati kami ditujukan kepada mereka dan semua keluarga mereka, semua teman mereka, semua orang yang mereka cintai, dan saya ingin meyakinkan semua orang bahwa kami akan melakukan yang terbaik untuk mereka," kata Bush sekitar pukul 19.00 waktu setempat pada Jumat (15/3) dilansir dari media lokal 10Daily.

Dia mengatakan seorang pria, berusia akhir 20-an, telah didakwa dengan pembunuhan dan akan muncul di pengadilan pada Sabtu (16/3) pagi. Ancaman keamanan nasional di Selandia Baru telah ditingkatkan dari rendah ke tinggi.

"Jelas bahwa ini sekarang hanya dapat digambarkan sebagai serangan teroris. Dari apa yang kita ketahui, tampaknya sudah direncanakan dengan baik," kata Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern kepada wartawan sekitar 5.30 sore waktu setempat.

"Dua alat peledak ditemukan terpasang pada kendaraan yang dicurigai dan telah dilucuti," katanya.

Sebelumnya, Komisaris Polisi Selandia Baru Mike Bush membenarkan empat orang - tiga pria dan satu wanita telah ditangkap. Ardern kemudian mengatakan sementara empat orang telah ditangkap, tiga orang terkait dengan serangan ini saat ini dalam tahanan. Dia mengatakan bahwa mereka yang ditahan tidak ada dalam daftar pengawasan agen intelijen, tetapi tidak mau berkomentar lebih lanjut.

"Ini adalah orang-orang yang saya sebut memiliki pandangan ekstremis, yang sama sekali tidak memiliki tempat di Selandia Baru, dan pada kenyataannya tidak memiliki tempat di dunia."

Salah satu yang ditahan adalah warga negara kelahiran Australia. Perdana Menteri Australia Scott Morrison membenarkan penahanan salah satu warganya. Dia mengatakan pihak berwenang Australia terlibat dalam penyelidikan kasus itu.

Morrison mengutuk serangan kejam dan mematikan yang telah merenggut begitu banyak warga Selandia Baru.

"Sebagai anggota keluarga dengan sepupu Selandia Baru kami hari ini, kami berduka, kami terkejut, kami murka, kami marah, dan kami berdiri di sini dan mengutuk serangan yang terjadi hari ini oleh seorang teroris ekstremis, sayap kanan, dan kejam," kata Morrison.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA