Selasa, 16 Ramadhan 1440 / 21 Mei 2019

Selasa, 16 Ramadhan 1440 / 21 Mei 2019

Yayasan Tunas Cendekia Berdayakan UKM Berbasis Masjid

Senin 18 Feb 2019 11:00 WIB

Red: Irwan Kelana

Kios-kios untuk UKM di Masjid Al Muhajirin di Kompleks Chandra Indah Bekasi.

Kios-kios untuk UKM di Masjid Al Muhajirin di Kompleks Chandra Indah Bekasi.

Foto: Dok Tunas Cendekia Mandiri
Pedagang hanya dikenai biaya sewa Rp 300 ribu per bulan.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI – Yayasan Tunas Cendekia Mandiri meluncurkan program pemberdayaan usaha kecil menengah (UKM) berbasis masjid, Sabtu (16/2). Kegiatan tersebut diadakan bekerja sama dengan Masjid Al-Muhajirin, Kompleks Chandra Indah, Bekasi, Jawa Barat.

“Alhamdulillah, pada tahap pertama ini kami sudah membangun 10 kios, dan digunakan oleh  13 UKM. Ada yang berdagang pagi sampai siang, dan ada yang berjualan sore sampai malam hari,” kata  Ketua Yayasan Tunas  Cendekia Mandiri, Jauhar Arifin dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Ahad (17/2).

Kios UKM itu mulai digunakan sejak awal Februari 2019.  “Adapun penerima manfaat kios terbut terdiri dari janda dan kaum dhuafa,” ujar Jauhar yang juga ketua DKM Masjid Al-Muhajirin.

Ia menambahkan, pembuatan kios untuk UKM di lingkungan Masjid Al-Muhajirin itu memiliki dua tujuan. Pertama,  sebagai bagian dari pemasukan kas masjid yang dialokasikan  untuk operasional masjid dan kegiatan yang menunjang kepentingan masjid.

Kedua, meningkatkan taraf hidup para pedagang.  “Pengguna  kios hanya dikenakan infak setiap bulannya sebesar Rp 300 ribu,” tuturnya. 

photo

Yayasan Tunas Cendekia Mandiri menggandeng beberapa lembaga untuk melakukan pembderayaan UKM.

Jauhar mengungkapkan, dalam perjalanannya kios ini telah dibangun dan didanai beberapa sponsor. “Mereka antara lain PT Wijaya Karya, YBM PLN, Pegadaian Syariah, BNI syariah dan PT  Jasa Marga  Tbk,” paparnya. 

Ia menyebutkan, keberadaan kios di lingkungan Masjid Al Muhajirin itu memiliki potensi pasar yang baik. “Potensi pasar yang utama adalah  adalah jamaah Masjid Al-Muhajirin dan warga kompleks perumahan Chandra Indah  lama dan baru yang berjumlah 550 kepala keluarga (KK),” ujarnya.

Yayasan Tunas Cendekia Mandiri didiirkan tahun 2014. Kegiatan utama lembaga tersebut adalah legalitas masjid dan pemberdayaan ekonomi berbasis masjid.

 

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA