Jumat, 17 Jumadil Akhir 1440 / 22 Februari 2019

Jumat, 17 Jumadil Akhir 1440 / 22 Februari 2019

Maulana Gelar Silaturahim Kader MKNU di Rorotan

Sabtu 09 Feb 2019 13:24 WIB

Red: Agung Sasongko

Majlis Ulama & Umara Nusantara (Maulana) menggelar Istighotsah Akbar bersama warga Nahdlatul Ulama Jakarta Utara dan silaturrahmi kader MKNU di Pondok Pesantren Asholihinal Abror, Rorotan, Jakarta Utara, Kamis, (7/2).

Majlis Ulama & Umara Nusantara (Maulana) menggelar Istighotsah Akbar bersama warga Nahdlatul Ulama Jakarta Utara dan silaturrahmi kader MKNU di Pondok Pesantren Asholihinal Abror, Rorotan, Jakarta Utara, Kamis, (7/2).

Foto: istimewa
Dengan beristighosah dapat membentuk karakter menjadi lebih baik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Ulama & Umara Nusantara (Maulana) menggelar Istighosah Akbar bersama warga Nahdlatul Ulama Jakarta Utara dan silaturahim kader Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) di Pondok Pesantren Asholihinal Abror, Rorotan, Jakarta Utara, Kamis, (7/2).

Inisiator Majelis Ulama & Umara Nusantara (MAULANA) KH Nurul Yakin Ishak menjelaskan, Istighosah bukan saja merupakan tradisi bagi nahdliyyin, tapi juga sudah menjadi kebutuhan.  "Dengan beristighosah dapat membentuk karakter kita menjadi lebih baik, memperbaiki akhlak dan adab kita kepada sesama," katanya dalam siaran persnya, Sabtu (9/2).

Menurut Khatib Syuriah PBNU ini mulai muncul cara berpikirnya terbalik, logikanya terbalik.

"Sekarang ini banyak orang yang logika berpikirnya terbalik. Yang haq dibilang batil yang batil dibilang haq. Yang benar dibilang hoaks yang hoaks dianggap benar. Yang alim beneran dicaci maki yang gak bisa ngaji, gak bisa shalat dianggap ulama. Fitnah dianggap biasa yang nyata dibilang pencitraan," katanya.

Kiai pun sempat membahas peran Ulama dan santri Nahdlatul Ulama sangat besar dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan  Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, karena itu saatnya sekarang Kiai ikut terlibat langsung dalam menentukan arah kebijakan negara ini.

"Saatnya sekarang Kiai menentukan arah kebijakan negara, kita jangan hanya seperti dorong mobil mogok, mobilnya jalan kita ditinggal, makanya Kiai Ma'ruf Amin harus menang,"katanya.

Habib Salim bin Jindan menegaskan Negara kita ini negara yang berlandaskan Pancasila, Habib mengajak kita menjaga, mempertahankan NKRI. "Hai kalian yang tidak suka dengan demokrasi, tidak suka dengan Pancasila, tidak suka dengan NKRI keluar kalian dari Indonesia," katanya.

Acara ini dihadiri Katib Syuriah PBNU yang juga Inisiator Majelis Ulama & Umara Nusantara (Maulana) KH Nurul Yakin Ishak, Pengasuh Pondok Pesantren Salafi Assholihinal Abror KH Mukhlis Fadil, Pimpinan Pondok Pesantren Tremas yang juga Katib Syuriyah PBNU KH Lukman Harits Dimyati, Al Habib Salim bin Sholahudin bin Jindan serta ratusan banser, Anshor, IPNU dan Muslimat NU dan alumni MKNU.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES