Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

Masjid Bertanggung Jawab Terhadap Jamaahnya

Ahad 27 Jan 2019 14:45 WIB

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Agus Yulianto

Yayasan Askar Kauny (YAK) menggelar pelatihan manajemen masjid dan program penggalangan dana masjid di IIB Darmajaya, Kota Bandar Lampung pada Sabtu (26/1).

Yayasan Askar Kauny (YAK) menggelar pelatihan manajemen masjid dan program penggalangan dana masjid di IIB Darmajaya, Kota Bandar Lampung pada Sabtu (26/1).

Foto: Republika/Fuji E Permana
Masjid tidak boleh membiarkan jamaahnya lapar, terbelit utang dan terzalimi.

REPUBLIKA.CO.ID, LAMPUNG -- Yayasan Askar Kauny (YAK) menggelar pelatihan manajemen masjid di Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Kota Bandar Lampung pada Sabtu (26/1). Di hadapan ratusan peserta pelatihan manajemen masjid, Pendiri YAK, Ustaz Bobby Herwibowo menjelaskan, tanggung jawab masjid dan cara merancang program sosial masjid.

Ustaz Bobby mengatakan, tempat berlindung umat manusia adalah masjid. Sebagai buktinya saat terjadi bencana alam, orang-orang pergi berlindung di masjid. Maka, program-program masjid harus dibuat sebaik mungkin karena masjid adalah rumah untuk semua orang.

Baca Juga

photo

Yayasan Askar Kauny (YAK) menggelar tabligh akbar bertema hidup indah dengan Alquran di Masjid Ad-Du'a Kota Bandar Lampung pada Sabtu (26/1) malam.

Dia menjelaskan, dalam sejarahnya, masjid adalah bangunan pertama yang dibangun Rasulullah SAW ketika datang di Madinah. Kemudian masjid menjadi tempat atau pusat berkumpul umat Islam pada waktu itu. Karena masjid tempat umat Islam berkumpul, maka masjid memiliki tanggung jawab terhadap jamaah. 

"Pertama, masjid tidak boleh membiarkan jamaahnya lapar, terbelit utang dan terzalimi. Kedua, masjid perlu menjadi lembaga zakat dan baitul mal, jadi kalau ada orang yang berhutang tidak usah ke bank, ke baitul mal saja seperti zaman Rasulullah SAW, " kata Ustaz Bobby saat menjadi pembicara pelatihan manajemen masjid di IIB Darmajaya, Sabtu (26/1).

Dia menjelaskan, yang ketiga, tanggung jawab masjid menjamin kesehatan jamaah. Masjid bisa punya klinik atau rumah sakit. Keempat, tanggung jawab masjid menjamin pendidikan jamaah dan generasi penerus. Masjid bisa membuat pesantren, sekolah atau kampus.

Ustaz Bobby juga menjelaskan macam-macam ritual sosial di masjid. Di antaranya kurban, zakat, infak, mengurus jenazah, ifthar jamai, santunan yatim dan khitan massal serta yang lainnya. Ustaz Bobby menyarankan agar jamaah masjid melakukan ritual sosial keagamaan sebanyak-banyaknya di masjid.

Dikatakannya, masjid juga memiliki tiga indikator yang memiliki dampak sosial. Indikator pertama, aghniya yang suka berbagi dan membantu program masjid berjalan. Kedua dhuafa yang bermartabat. Dalam hal ini orang kaya tidak boleh menurunkan martabat dhuafa saat memberikan bantuan kepada mereka.  

"Ketiga, masjid dan jamaahnya makmur, insyaallah kalau masjidnya makmur, kalau masjidnya makmur Allah antarkan rezeki langsung ke orang-orang," ujarnya 

Sebagai contoh Masjid Nabawi di Madinah yang masjid dan jamaahnya makmur. Di sekitar Masjid Nabawi banyak terjadi transaksi uang langsung dari tangan ke tangan. Menurut Ustaz Bobby, transaksi langsung di sana sangat besar sehingga dapat memakmurkan masjid dan orang-orang di sekitarnya.  

Selain itu, pengurus-pengurus masjid harus berani beraksi dalam menjalankan program-program untuk memakmurkan masjid dan jamaahnya. Caranya, pengurus masjid melakukan aksi ditambah narasi sehingga menghasilkan donasi. Donasi tersebut bisa dipergunakan untuk membuat program-program yang memakmurkan masjid dan jamaahnya.

Dia juga mengingatkan kunci sukses mengurus masjid. Yakni niat mengurus masjid karena Allah SWT, memberikan yang terbaik dalam mengurus masjid dan tidak mudah tersinggung atau baper saat mengurus masjid.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA