Senin, 14 Syawwal 1440 / 17 Juni 2019

Senin, 14 Syawwal 1440 / 17 Juni 2019

Mendikbud: Zikir Republika Menular Hingga Pelosok Indonesia

Senin 31 Des 2018 22:47 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati / Red: Agung Sasongko

Sejumlah umat Islam saat melaksanakan shalat Isya pada acara Dzikir Nasional di Masjid Agung At Tin, Jakarta, Senin (31/12).

Sejumlah umat Islam saat melaksanakan shalat Isya pada acara Dzikir Nasional di Masjid Agung At Tin, Jakarta, Senin (31/12).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Masjid-masjid penuh dengan jamaah untuk menandai pergantian tahun

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengapresiasi kegiatan muhasabah dan zikir termasuk yang diadakan Harian Republika juga dilakukan hampir seluruh wilayah Indonesia.

"Kegiatan semacam ini (muhasabah dan zikir) sudah menular hampir ke pelosok Indonesia," katanya saat mengisi Dzikir Nasional Festival Republik 2018: Menebar Kebaikan Menguatkan Kepedulian di Masjid Agung At-Tin, Jakarta Timur, Senin (31/12) malam.

Ia menambahkan, masjid-masjid penuh dengan jamaah untuk menandai pergantian tahun dan mereka tidak datang ke tempat hiburan, rekreasi, berpesta tetapi justru datang ke masjid untuk taqarrub ke Allah SWT. Masjid menjadi tempat mulia untuk menyandarkan nasib ke Allah SWT, untuk muhasabah, perenungan, hingga evaluasi yang dilakukan setahun terakhir.

Di lokasi yang sama, Pemimpin Redaksi Harian Republika Irfan Junaedi menambahkan, dzikir nasional yang digagas Republika menginjak ke-17 tahun ini. Ia menyebut dzikir ini rutin diadakan setiap tahun.

Ia mengenang, awalnya kegiatan zikir ini dianggap aneh karena saat itu orang-orang menghabiskan akhir tahun tidak dengan melakukan kegiatan ini. Kini ia bersyukur dzikir bisa digelar setiap tahun. Terkait kembali dilaksanakannya dzikir nasional di tahun politik tahun ini, ia menegaskan bahwa zikir diadakan murni tanpa keinginan mempengaruhi memilih calon presiden tertentu baik nomor satu atau dua.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA