Tuesday, 4 Rabiul Akhir 1440 / 11 December 2018

Tuesday, 4 Rabiul Akhir 1440 / 11 December 2018

Kemenag akan Integrasikan Data

Kamis 06 Dec 2018 23:23 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Agung Sasongko

Gedung Kemenag

Gedung Kemenag

Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Integrasi data ini diharapkan mampu meningkatkan layanan kemenag

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, meminta jajarannya untuk melakukan integrasi data Kementerian Agama. Ia menargetkan, integrasi data tersebut dapat diselesaikan pada 2019.

"Saya ingin data-data yang ada di Kemenag bisa terintegrasikan dalam sebuah sistem dan aplikasi tertentu. Semua data bisa saling terkoneksi satu sama lain," ujar Menag dalam keterangan yang didapat Republika.co.id, Kamis (06/12)

Integrasi data menurutnya menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan. Ini karena berimplikasi pada peningkatan layanan yang akan diberikan oleh Kemenag. Untuk mendukung hal tersebut, Menag meminta jajarannya untuk menyiapkan grand design integrasi data.

"Jadi siapkan dulu grand design nya, kemudian kita bangun sistemnya. Saya berharap, kerja besar ini bisa selesai di tahun 2019," ucapnya.

Menurut Menag ada tiga besaran penting yang harus diperhatikan dalam penyiapan integrasi data. Pertama, pengumpulan data (collecting data). Ia juga meminta untuk mencari orang-orang yang benar-benar memiliki semangat dan berintegritas untuk melakukan pengumpulan data. Perintah dan instrumen yang baik perlu disiapkan untuk membantu mencari data.

Setelah data terkumpul, maka yang kedua harus diketahui akan diapakan data tersebut. Dan ketiga, perlu disiapkan regulasi terkait pemanfaatan data Kemenag.

Kepala Biro Humas, Data dan Informasi (HDI) Kemenag, Mastuki, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan langkah-langkah untuk integrasi data. "Ke depan, sesuai dengan kebijakan pemerintah Indonesia tentang Satu Data, kita juga membuat sistem Satu Data Kemenag," ungkapnya.

Saat ini pihaknya tengah menyiapkan satu aplikasi yang akan menjembatani data-data yang tersebar pada 130 sistem aplikasi di unit-unit eselon I Kemenag. "Kami melakukan kajian, dan menyiapkan aplikasi jembatan yang kami sebut dengan e-Data," kata Mastuki.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES