Rabu, 5 Rabiul Akhir 1440 / 12 Desember 2018

Rabu, 5 Rabiul Akhir 1440 / 12 Desember 2018

POP 2018 Resmi Ditutup

Selasa 20 Nov 2018 21:04 WIB

Red: Agung Sasongko

Kompetisi Pekan Olahraga Perempuan 2018 siang ini (20/11) resmi ditutup.

Kompetisi Pekan Olahraga Perempuan 2018 siang ini (20/11) resmi ditutup.

Foto: istimewa
Tujuan POP 2018 membudayakan olahraga untuk perempuan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kompetisi Pekan Olahraga Perempuan 2018 siang ini (20/11) resmi ditutup. Pada acara penutupan tampak dihadiri oleh beberapa pejabat Kemenpora dan tokoh-tokoh NU. Event kerjasama antara Fatayat NU dengan Kemenpora ini sedari awal memang bertujuan untuk membudayakan olahraga bagi perempuan. 

Upacara penutupan ini sekaligus membagikan hadiah bagi para pemenang dari ketiga cabor. Dengan hadiah utama adalah piala Menpora RI dan fresh money untuk dana pembinaan.

Pada cabor voli Tim Semeru Polda Jatim berhasil meraih juara pertama mengalahkan Tim Fatayat Cabang Kabupaten Semarang.

Sementara itu, pada cabor bulutangkis dimenangkan oleh pasangan ganda puteri dari Perwosi Tulungagung yang mengalahkan tim DWP kota Bogor di posisi kedua. Dan di lapangan hadang tampil sebagai jawara adalah tim Perwosi Sidoarjo dan Tim Fatayat Gunung Pati di posisi kedua. 

Kementerian Pemuda dan Olahraga RI sangat mensupport event besar ini. Pasalnya ini yang pertama kali ada di Indonesia sebuah pekan olahraga khusus perempuan dan yang mengadakan adalah ormas perempuan.

"Kami mengapresiasi jerih payah Fatayat NU untuk mensukseskan POP ini. Hampir setahun pelaksanaannya dan sekarang kita tahu banyak perempuan yang sangat potensial di bidang olahraga" Ujar Isnanta, Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI. 

Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam dalam olahraga masih rendah hanya sekitar 30-40% saja. Itupun mayoritas atlet profesional perempuan, dari kalangan masyarakat umum masih cukup rendah.

"POP ini menepis persepsi publik bahwa perempuan hanya bisa berperan di urusan rumah tangga atau karir saja. Dalam pembudayaan olahraga harusnya terus dilakukan" imbuhnya. 

Senada dengan Isnanta, Anggia berharap tidak hanya Fatayat yang melakukan ini. Sisi olahraga sebagai budaya atau gaya hidup harusnya dapat digalakkan oleh komunitas atau organisasi perempuan apapun. 

"Alhamdulillah, kita sudah berhasil dengan POP di tahun pertama ini. Tujuannya memang bukan melahirkan atlet baru tetapi membangkitkan kembali semangat perempuan untuk mau berolahraga, karena sesungguhnya ini ekspresi yang tepat" tuturnya.

Acara yang sekaligus dikemas dengan perayaan Maulid Nabi ini turut mengundang Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj. Dalam pidatonya, dia menghimbau seluruh umat Islam untuk menjaga persatuan NKRI. Salah satu caranya dengan menjaga Islam Nusantara.

"Islam Nusantara bukan akidah atau agama baru. Ini adalah cara akulturasi antara budaya lokal yang baik dengan nilai-nilai keislaman. Ya kalau budayanya buruk tentu kita tolak" terangnya.

Selain itu, turut hadir pula pejabat dari Kedutaan Australia yang mensupport event ini berupa bola voli dan shuttle cock. Pihaknya bangga perempuan Indonesia bisa berprestasi di bidang olahraga. 

Event Pekan Olahraga Perempuan 2018 Fatayat NU ini resmi ditutup oleh Pejabat Kemenpora, Ketua Umum PBNU dan Ketua Umum PP. Fatayat NU dengan menabuh rebana bersama-sama.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Mengenang Tragedi Rawagede Karawang

Selasa , 11 Des 2018, 23:21 WIB