Wednesday, 5 Rabiul Akhir 1440 / 12 December 2018

Wednesday, 5 Rabiul Akhir 1440 / 12 December 2018

30 Ribu Hafidz Ikuti Murojaah Alquran

Sabtu 17 Nov 2018 17:21 WIB

Red: Agung Sasongko

Alquran

Alquran

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Masing-masing provinsi membaca satu juz mengurut dari Aceh sampai Papua

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekitar 30 ribu hafiz Alquran menggelar kegiatan murojaah atau melantunkan hafalan Alquran per juz dari Aceh hingga Papua dalam acara Taubat Nasional.

Pada usianya yang kedua tahun, Indonesia Murojaah sebagai organisasi yang mewadahi aspirasi para hafiz Al Quran seluruh Indonesia, mengajak bangsa ini untuk bertobat secara nasional dengan murojaah Al Quran, atau mengulang kembali hafalan Alquran serentak di 34 provinsi dari pukul 16:30 WIB sampai 17:30 WIB pada Ahad (17/11) yang berpusat di Masjid Istiqlal, Jakarta.

"Masing-masing provinsi membaca satu juz dengan formasi mengurut dari Aceh sampai Papua. Yakni Aceh membaca juz 1, Sumatra Utara membaca juz 2, dan seterusnya. Jakarta sendiri, yaitu yang berpusat di Masjid Istiqlal, kebagian membaca juz 11, Jawa Barat juz 12, dan Banten juz 13," kata pendiri Indonesia Murojaah Deden Muhammad Makhyaruddin dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (17/11).

Penghapal Alquran (hafiz) yang tersebar di 34 provinsi akan melantunkan hafalan Al Quran masing-masing satu juz per provinsi."Agar bangsa ini larut bersama Kitab Allah dan melupakan ramainya berita-berita tentang negeri ini yang panas. Karena kita tidak tahu siapa dari doa kita yang paling diijabah (dikabulkan) Allah," ujarnya.

Deden menuturkan Taubat Nasional itu bisa diikuti semua orang. Tiap orang dapat membaca sendiri-sendiri di tempat masing-masing, di mana saja berada atau bisa mendatangi tempat-tempat terdekat di lokasi kegiatan murojaah Alauran di tiap provinsi. Khusus di DKI Jakarta, kegiatan ini dipusatkan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.

"Silahkan bergabung ke Istiqlal atau ke tempat-tempat penyelenggaraan di setiap provinsi. Seperti lembaga-lembaga tahfizh, pesantren-pesantren, majelis-majelis, masjid-masjid, dan tempat-tempat pengajian lainnya," papar KH Deden.

Sementara, Pembina Indonesia Murojaah Deni Daruri menuturkan Ahad (18/11) akan menjadi saksi kegiatan murojaah Alquran seluruh Indonesia, agar keluar dari segala bencana yang melanda, menuju negeri subur dan makmur yang mendapat ampunan Allah."Rasulullah SAW bersabda kepada Sayidina Ali bin Abu Thalib: Ingatlah. Benar-benar akan terjadi bencana. Ali bin Abu Thalib berkata: Apa jalan keluarnya? Beliau menjawab: Kitab Allah (Al Quran)," tutur Deni.

Deni berharap ada perubahan besar bagi bangsa Indonesia jika para hafiz dalam waktu yang bersamaan memimpin tobat bangsa dengan murojaah Al Quran."Indonesia akan keluar dari bencana alam, bencana sosial, bencana akhlak dan bencana-bencana lain yang kerap dan terus mengancamnya," kata ekonom Center of Banking Crisis (CBC) itu.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Mengenang Tragedi Rawagede Karawang

Selasa , 11 Dec 2018, 23:21 WIB