Saturday, 9 Rabiul Awwal 1440 / 17 November 2018

Saturday, 9 Rabiul Awwal 1440 / 17 November 2018

Kala Jodoh tak Kunjung Datang

Jumat 09 Nov 2018 06:00 WIB

Red: Agung Sasongko

Jomblo (ilustrasi)

Jomblo (ilustrasi)

Foto: catchsmile.com
Sembari berikhtiar mencari jodoh hendaklah terus memperbaiki diri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak Muslimah yang usianya bahkan sudah lebih kepala tiga, namun dalam penantiannya belum juga bertemu jodoh. Harapan untuk didatangi pemuda yang akan melamarnya kadang mulai redup.

Sebaliknya, banyak pula pemuda yang sudah hilir mudik mencari pendamping hidupnya, namun tetap berujung kebuntuan. Usaha bukan tak ada. Beberapa kali ia dimediasi rekan-rekannya untuk dinikahkan, ternyata memang belum berjodoh.

Mubaligh kondang, Koko Liem, mengatakan, urusan jodoh adalah hal serius dan sangat prinsip dalam kehidupan seseorang. Sebagaimana disebutkan Nabi SAW, orang yang sudah ba'ah (punya kesanggupan) harus segera menikah.

Jadi, untuk hal yang sangat serius dalam kehidupan ini, pantang hukumnya untuk berputus asa. Apa pun caranya harus disiasati agar ia segera bertemu jodoh yang baik.

"Koko ingatkan kepada anggota organisasi IPTN (Ikatan Pemuda-pemudi Tak Nikah) ini harus segera menikah. Kalau belum mampu menikah, biasakan diri berpuasa," jelasnya kepada Republika, belum lama ini.

Menurut Koko Liem, zaman sekarang anak-anak muda enggan sekali berpuasa. Ia mengatakan, jika enggan berpuasa, salah satu jalannya adalah memilih pergaulan yang baik.

"Koko sarankan untuk sering datang ke tempat-tempat pengajian menghilangkan jenuh dari jomblonya. Orang yang jomblo biar cepat dapat jodoh, dia harus rajin silaturahim. Kalau silaturahimnya ke tempat-tempat yang baik seperti pengajian, maka jodohnya insya Allah baik pula," katanya memaparkan.

Beberapa orang, ada yang mengalami trauma dalam hal jodoh. Bisa jadi, ia pernah gagal dalam pernikahan, akhirnya ia memutuskan untuk menjalani kehidupan dengan kesendiriannya. Menurut Koko Liem, orang demikian bisa terkena ancaman dari hadis Rasulullah SAW, "Menikah itu sunahku. Siapa yang tidak suka dengan sunahku (tidak mau menikah), berarti dia bukan golonganku." (HR Ibnu Maajah dari Aisyah RA).

"Tidak ada istilah trauma dalam hal jodoh. Jika pernah gagal, cari lagi. Pernah gagal itu sebagai acuan kita untuk lebih hati-hati dalam urusan jodoh," katanya menerangkan.

Koko Liem mengatakan, orang yang sendiri cenderung lebih mudah disesatkan setan. Sebagaimana serigala, selalu memburu domba yang memisahkan diri dari kelompoknya. Orang yang menikah, ada pasangannya yang akan selalu mengingatkannya jika khilaf dan lupa. Satu sama lain bisa saling memotivasi untuk ketaatan dan hal-hal positif.

"Godaan terberat bagi laki-laki itu pasti wanita. Bagi wanita, godaan terberatnya pasti laki-laki. Kalau orang sudah menikah, godaan ini bisa diredam," katanya menerangkan.

Sumber : Dialog Jumat Republika
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES