Kamis, 14 Rabiul Awwal 1440 / 22 November 2018

Kamis, 14 Rabiul Awwal 1440 / 22 November 2018

Mengunjungi Masjid Indonesia di Choenan

Rabu 31 Okt 2018 16:46 WIB

Red: Agung Sasongko

Ustaz Khumaini Rosadi di Masjid At-Taqwa, Choenan, Korea Selatan.

Ustaz Khumaini Rosadi di Masjid At-Taqwa, Choenan, Korea Selatan.

Foto: Dok Ustaz Khumaini Rosadi
Awalnya masjid ini merupakan restoran.

REPUBLIKA.CO.ID,  Oleh: H. Khumaini Rosadi, SQ, M.Pd.I )*

Masjid adalah tempat yang aman. Siapapun yang masuk ke dalamnya akan merasa tenang. Jangankan yang Muslim, yang non-Muslim pun akan merasa nyaman ketika singgah di sini.

"Paling tidak mau duduk sebentar sekedar ngobrol-ngobrol sambil minum-minum teh Gingseng khas Korea dengan para pendekar masjid (sebutan untuk pekerja migran Indonesia yang mengurus dan menjaga masjid at-Taqwa ini)," ungkap Heryanto, selaku pengurus masjid.

Di Choenan Korea Selatan, ada masjid orang Indonesia namanya at-Taqwa. Letaknya sangat strategis karena berada di sekitar tempat perbelanjaan dan perkantoran. Di samping sebelah kanan atas masjid akan dibangun mall besar Choen-An.

Di samping sebelah kirinya ada halte bus yang menghubungkan antar kota. Di depan dan belakangnya, terdapat lembaga kursus belajar kesenian korea dan cafeteria untuk nongkrong santai sambil meminum kopi.

Begitu strategis, sehingga masjid ini banyak disinggahi umat Islam untuk melaksanakan shalat. Apalagi di hari jumat, akan banyak warga asing muslim yang ikut melaksanakan shalat Jum’at. Terutama dari Kirgizstan, Tajikistan, dan Uzbekistan. 

Kontrak

Awalnya masjid ini merupakan restoran. Namun, gedung ini akhirnya kosong setelah restoran tersebut pindah. Warga Indonesia di Choenan akhirnya mengontrak gedung ini guna menjadi tempat ibadah.

Di sinilah tampak keindahan kebersamaan. Warga Indonesia patungan guna membayar sewa gedungnya. Alhamdulillah, kebersamaan ini terjaga hingga tiga tahun ini.

Alhamdulillah, begitu banyak aktivitas yang berjalan di gedung ini. Shalat Fardhu berjamaah merupakan aktivitas rutin. Masjid ini juga menyiapkan tempat untuk kegiatan ekonomi dan sosial. Seperti lahirnya koperasi yang menyediakan kebutuhan pokok warga Indonesia.

Untuk kegiatan sosial juga disiapkan guna membantu warga Indonesia yang alami sakit dan kesulitan keuangan.

Kegiatan keagamaan selama ini menghadirkan Dai TIDIM (tim inti dai internasional dan media) JATMAN (Jam’iyyah Ahlit Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah). Kehadiran para dai menambah semangat warga Indonesia yang ingin memakmurkan masjid.

Para jamaah pun terkesan dengan hadirnya program Dai Tidim Jatman bekerjasama dengan PCINU Korea Selatan. Dengan harapan program ini terus berkelanjutan, jangan hanya sampai tiga bulan saja. Kalau bisa terus setiap bulan selama setahun tidak berhenti.

"Kami siap dengan menjamu makanan ala Indonesia dan dijamin halal. Ustadz tidak perlu khawatir," ungkap Heryanto – Pengurus Masjid at-Taqwa di Choenan.

"Mengapa Ustadz tidak perlu khawatir? Karena di masjid ini sudah dilengkapi dengan juru dapur yang juga PMI tapi belum dapat pekerjaan yang cocok. Sambil menunggu panggilan pekerjaan yang diminati, biasanya mereka singgah sementara di masjid sambil beri’tikaf," tambahnya.

Selama belum mendapatkan pekerjaan, mereka membantu memasak untuk menjamu jamaah-jamaah masjid. Sehari dua kali, biasanya jamaah yang datang shalat di masjid akan disambut dengan ramah tamah. Makan-makan. Setelah shalat dzuhur dan shalat Isya.

Para pekerja yang I’tikaf di masjid ini biasanya 7 sampai 10 orang. Terkadang ada juga mahasiswa yang ikut I’tikaf di masjid ini sekaligus bantu-bantu menjadi penerima tamu atau masak-masak. Kamil contohnya. Seorang mahasiswa asal Jakarta yang sedang menempuh S-2 jurusan IT di universitas di Choenan.

PMI (pekerja migran Indonesia) di Korea ini adalah para pekerja terpilih dari hasil seleksi G to G atau “government to government” ke Korea yang dilakukan oleh BNP2TKI (badan Nasional penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia).

Minimal pendidikan SMP dan umur di bawah 39 tahun, sehat jasmani dan rohani, menguasai Bahasa Korea, dan lulus tes tulis serta interview, maka akan mendapatkan kesempatan bekerja di Korea.

* Tim Inti Dai Internasional dan Multimedia (TIDIM) JATMAN (Jam’iyyah Ahli Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah), Corps Dai Ambassador Dompet Dhuafa (CORDOFA),

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Festival Panen Kopi Gayo

Rabu , 21 Nov 2018, 20:55 WIB