Monday, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Monday, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Nilai Agama Jadi Penguat Pendidikan Karakter

Selasa 30 Oct 2018 07:37 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Andi Nur Aminah

Pembelajaran pendidikan karakter (ilustrasi)

Pembelajaran pendidikan karakter (ilustrasi)

Foto: Dokumen
Pelaksanaan pendidikan saat ini masih perlu ditingkatkan dalam penguatan karakter.

REPUBLIKA.CO.ID,  SLEMAN -- Penguatan pendidikan karakter harus didukung semua elemen mulai orang tua, guru hingga lingkungan. Berbagai nilai-nilai agama jadi penguat pendidikan itu ditularkan kepada generasi muda.

Hal itu tersirat dari seminar Penguatan Pendidikan Karakter yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sleman. Seminar digelar dengan menggandeng Setda Kabupaten Sleman.

Wakil Ketua MUI Kabupaten Sleman, Sularno mengatakan, pelaksanaan pendidikan yang ada saat ini masih perlu ditingkatkan dalam penguatan karakter. Ia berpendapat, ada tiga karakteristik dalam Islam yang dapat dijadikan karakter pendidikan.

Mulai pendidikan berlandasarkan Tuhan, ahlak dan pendidikan yang seimbang. Pertama, orientasi atau tujuan dari pendidikan berlandaskan ketuhanan. Kedua, pendidikan didirikan di atas ahlakul karimah. "Yang bersumberkan kepada ajaran Alquran dan sunnah yang obyektif," kata Sularno di Aula Pangripta Bappeda Sleman beberapa waktu lalu.

Moral dan etika menjadi pelengkap dari ahlak tersebut. Terakhir, pendidikan yang berkarakter yang tidak radikal, tidak ekstrim tapi seimbang. Menurut Sularno, ketiganya jika diaplikasikan dapat memperkuat pendidikan karakter.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun menuturkan, orang tua, guru dan lingkungan merupakan dukungan utama penguatan pendidikan karakter. Karenanya, ia merasa penguatan sulit terwujud bila salah satunya tidak berfungsi baik. "Salah satu dampaknya muncul perilaku negatif seperti terjadinya kenakalan remaja," ujar Sri.

Ia menjelaskan, orang tua berperan dalam pembentukan karakter anak di rumah. Selain itu, kondisi lingkunga pergaulan merupakan faktor lain yang menjadi tanggung jawab bersama.

Termasuk, lanjut Sri, sekolah di mana anak-anak itu menuntut ilmu. Karenanya, peran guru-guru dan sivitas sekolahnya merupakan contoh bagi anak-anak dalam pembentukan karakter.

Sri menambahkan, yang tidak kalah penting untuk diperhatikan tidak lain merupakan perkembangan teknologi informasi saat ini. Sebab, tentunya memiliki banyak manfaat sekaligus pengaruh negatif. "Jika tanpa pengawasan orang tua, guru dan tanpa kepedulian masyarakat akan mengakibatkan terjadinya kenakalan remaja," kata Sri.

Seminar yang mengangkat tema Penguatan Pendidikan Karkter itu diikuti perwakilan dinas-dinas Kabupaten Sleman. Selain itu, seminar dihadiri kepala-kepala sekolah SMA dan SMK yang ada di Kabupaten Sleman. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES