Thursday, 7 Rabiul Awwal 1440 / 15 November 2018

Thursday, 7 Rabiul Awwal 1440 / 15 November 2018

PPA Tawarkan Solusi Masalah Remaja

Sabtu 20 Oct 2018 18:23 WIB

Red: Agung Sasongko

Remaja mengikuti sebuah seminar (ilustrasi)

Remaja mengikuti sebuah seminar (ilustrasi)

Foto: Republika/ Wihdan Hidayat
Ada tiga kategori remaja generasi berkah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga pelatihan Pola Pertolongan Allah (PPA) di Pusat Pelatihan Cabang Pekanbaru, Provinsi Riau, memfasilitasi remaja untuk menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi yang didiskusikan dalam kelas khusus remaja.

"Kelas khusus remaja adalah kelas inspirasi yang didesain untuk remaja dengan banyak melibatkan peserta aktif dalam bentuk permainan dan simulasi, berbagai persoalan mereka diungkap dan dicarikan solusinya diharapkan dapat tercapai dengan petolongan Allah SWT," kata Trainer PPA, Triyawan Kolopita di Pekanbaru, Sabtu (20/10).

Yawan mengatakan itu dalam acara praseminar privat class PPA fot teens melalui konsep PAA Learning Center diikuti 50 peserta terdiri atas pra orang tua dan kalangan remaja asal se-Riau dan beberapa peserta dari luar Provinsi Riau.

Menurut Yawan, simulasi yang dihadirkan adalah bentuk penayangan video, klip film, kata-kata motivasi, dan musik inspirasi yang bertujuan untuk menarik perhatian peserta saat penyampaian materi berlangsung.

Penyampaian materi, lanjut Yawan, akan dilakukan pada satu kali pertemuan dalam bentuk kelas khusus dengan jumlah maksimal 50 peserta selama 12 jam. "Kelas khusus kali ini mengangkat tema generasi berkah yang diperuntukkan untuk usia remaja," jelasnya.

Dia mengatakan, ada tiga kategori remaja generasi berkah, yang pertama remaja harus punya visi misi hidup jelas yang untuk mencari ridho Allah SWT, kedua remaja yang mengajak orang lain untuk melakukan kebaikan dan kebenaran, terakhir remaja yang siap berkonstribusi dalam bentuk karya nyata.

Kontribusi karya nyata, menurut Yawan, adalah menciptakan kegiatan positif yang harus bermanfaat untuk dirinya, keluarga, bangsa, tanah air, dan agama.

"Untuk mencapai tiga kategori tersebut perlu dilakukan pendekatan pemahaman tauhid," jelasnya.

Pemahaman tauhid, menurutnya, akan mengantarkan remaja menjadi pribadi yang lebih religius, berkarakter kuat dan mempunyai kemampuan sosial yang baik.

"Tujuan akhir dari kelas khusus remaja akan mampu memberi sentuhan tauhid lebih mendalam pada remaja, sehingga remaja selalu dalam koridor ketauhidan dalam menggapai impian dan menyikapi masalah yang dihadapi," ujarnya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES