Rabu, 8 Safar 1440 / 17 Oktober 2018

Rabu, 8 Safar 1440 / 17 Oktober 2018

Semangat Berbagi Modal yang Bagus untuk Bangsa

Jumat 12 Okt 2018 18:49 WIB

Red: Agung Sasongko

Umat muslim meninggalkan Masjid Al Ikhlas usai menunaikan Salat Jumat pekan kedua pascagempa dan tsunami Palu-Donggala di Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat (12/10).

Umat muslim meninggalkan Masjid Al Ikhlas usai menunaikan Salat Jumat pekan kedua pascagempa dan tsunami Palu-Donggala di Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat (12/10).

Foto: Antara/Sahrul Manda Tikupadang
Semangat berbagi kepada sesama kini sedang tumbuh di masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Semangat berbagi kepada sesama kini sedang tumbuh di masyarakat. Mereka melakukannya dalam banyak bentuk mulai memberikan bantuan sembako hingga pembukaan warung makan untuk kaum dhuafa dengan harga murah bahkan gratis.

Tumbuhnya semangat ini menebar optimisme bagi bangsa ini yang sedang terpuruk akibat bencana. Wartawan Republika Rahmat Fajar mewawancarai pegiat kemanusiaan, Sunaryo Adhiatmoko, Rabu (10/10), tentang semangat berbagi. Berikut petikannya.

Apa tanggapan Anda tentang maraknya orang atau organisasi yang membuka warung makan khusus dhuafa.?

Kalau saya melihat, sebenarnya gerakan kesadaran yang positif. Tinggal bagaimana kita benar-benar menjadikan sungguh-sungguh berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Kemudian ketulusan, kemudian kebenaran karena di masa sekarang ini di dunia sosial media, digital hal- hal sederhana itu bisa menjadi populer.

Tetapi, kita sering kali lupa pada esensinya. Misalnya sesuatu yang hanya dilakukan sedikit, tapi karena kemudian menjadi populer ke publik kemudian menganggap itu menjadi sesuatu yang sangat besar. Itu hal-hal juga yang perlu dijaga.

Sekarang bagaimana sebenarnya niat baik itu dikomunikasikan dengan kesunggungguhan, kebenaran didukung dengan data-data yang bisa diuji dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat termasuk kepada penerima program.

Karena sekarang ini cukup tipis antara menampilkan publikasi yang ingin menginspirasi atau memoti- vasi orang berbuat baik dan apa yang disebut dengan pameran keba- jikan.

Jadi, dua hal ini menurut saya niatnya sama berbuat baik tinggal bagaimana benar-benar diuji dengan apa yang diperlukan sifatnya rill. Itu sebuah harapan baru juga bagi msyarakat yang tidak mampu.

Tapi, lebih dari itu yang diharapkan bantuan-bantuan itu sebagai pemantik untuk membantuk value masyarakat yang dibantu. Jadi, bukan saat ketika dia menerima makannya, proses bagaimana dari makanan itu sebagai jalan untuk melatih kemandirian kemudian spritual.

Jadi, tak lagi mengeksploitasi bah wa orang ini lapar. Tetapi, yang kita eksploitasi adalah bagaimana orang ini punya hidup, keinginan menjadi lebih baik namanya bantuan itu sebagai jalan saja.

Mengapa semangat berbagi Ini tumbuh?

Kalau saya melihat karena kelas menengah Muslim di Indonesia juga tumbuh.

Kemudian, penggunaan sosial media juga sedemikian masif dan kemudian orang punya kecenderungan untuk berbuat baik dan tidak tega melihat sebuah penderitaan yang diderita oleh orang lain.

Orang melakukan apa yang dia mampu untuk diperbuat. Dan, itu modal sosial yang bagus untuk bangsa ini.

Apakah secara budaya masyarakat Indonesia memang senang berbagi?

Kalau itu, pasti. Orang yang sadar peduli mau berbagi sering dilaku kan kelas menengah ke bawah Ini sudah budaya Indonesia dan bagaimana kita menjadikan ini sebuah karakter jati diri. Itu harusnya kita bangun itu.

Peran lembaga zakat dalam membangun semangat berbagi?

Sekarang perkembangan lembaga zakat di Indonesia sangat masif dan sangat besar bahkan mereka berkembang di dunia digital dan sebagainya. Tapi, mereka sisi kemajuan, maju.

Tinggal sekarang itu lembaga zakat diuji untuk bisa berkembang dalam hal bagaimana kemampuan menyiasati program dalam hal bisa menyentuh ke akar rumput melakukan penetrasi melahir kan konsep-konsep rill yang dibutuhkan masyarakat.

Lembaga zakat tidak boleh pameran kebajikan, tapi penebar nilai karena kalau lembaga zakat terjebak pameran kebajikan itu gakperlu ada lem baga zakat, orang kaya juga bisa

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA