Friday, 10 Safar 1440 / 19 October 2018

Friday, 10 Safar 1440 / 19 October 2018

Jaga Semangat Berbagi

Jumat 12 Oct 2018 18:00 WIB

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Agung Sasongko

Kejujuran (ilustrasi).

Kejujuran (ilustrasi).

Foto: Blogspot.com
Cara memulai gerakan sosial adalah kejujuran

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- pendiri Dompet Dhufa Erie Sudewo menjelaskan, hal yang diperlukan seseorang untuk memulai sebuah gerakan sosial adalah menyadari hak setiap orang dan memiliki keinginan untuk berbagi. Berbagi, juga bukan hanya memberikan uang kepada orang miskin, melainkan juga membantu meningkatkan perekonomian mereka.

Misalnya, kita ingin bagi-bagi sembako, caranya harus dengan pendekatan social entrepreneur. Berbeda dengan social worker yang hanya beli beras, lalu dibagikan.

"Social entrepreneur akan melihat beras dari mana asalnya, berapa biayanya, dan pihak yang terlibat, yaitu petani, lalu mulai membantu petani dalam mempro- duksi beras, jelas Erie.

Baca: Ustaz YM: Sekedah Hal Kecil Berdampak Besar

Hal lain yang perlu ditanamkan sebelum memulai gerakan sosial adalah kejujuran.

Dia menjelas kan, kejujuran merupakan sebuah poin penting, di mana jika tidak ada maka segala hal yang di lakukan hanya akan dinilai sebagai sebuah pencitraan.

Adapun upaya untuk menjaga semangat berbagi, kata Erie, adalah terus berpedoman pada ajaran agama. Sedekah dan zakat, kata dia, memiliki posisi istimewa dalam Islam.

Maka, sudah seharusnya umat Muslim menyadari keutamaan dari sedekah dan zakat.

Sedekah dan zakat juga bisa dikatakan kekuatan sebuah negara terletak pada simbol terlemahnya "Simbol terlemah Indonesia adalah fakir miskin maka jika ini bisa teratasi maka akan ada kekuatan baru bagi Indonesia, ujar Erie.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES