Kamis, 9 Safar 1440 / 18 Oktober 2018

Kamis, 9 Safar 1440 / 18 Oktober 2018

Kaligrafi Diharapkan Bisa Jadi Media Pendidikan Karakter

Rabu 10 Okt 2018 19:43 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Andi Nur Aminah

Peserta delegasi dari Provinsi Papua Barat, Uti Yusmiyati (24)  memamerkan karyanya saat mengikuti lomba kaligrafi kontemporer di dalam  Gedung Serba Guna, Jalan Williem Iskandar, Medan, Rabu (10/10. Kaligrafi  kontemporer ini menjadi salah cabang kaligrafi yang diperlombakan dalam  Musabaqah Tilwatil Quran (MTQ) Nasional 2018.

Peserta delegasi dari Provinsi Papua Barat, Uti Yusmiyati (24) memamerkan karyanya saat mengikuti lomba kaligrafi kontemporer di dalam Gedung Serba Guna, Jalan Williem Iskandar, Medan, Rabu (10/10. Kaligrafi kontemporer ini menjadi salah cabang kaligrafi yang diperlombakan dalam Musabaqah Tilwatil Quran (MTQ) Nasional 2018.

Foto: Republika/Muhyiddin
Kaligrafi memiliki makna yang penting untuk diketahui generasi muda saat ini.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Dewan Hakim Musabaqah Tilwatil Quran (MTQ) Nasional menggelar dialog tentang pengembangan kaligrafi di Indonesia di Gedung Serba Guna Indoor, Jalan Wiliam Iskandar, Medan, Rabu (10/10). Dialog itu diikuti ratusan peserta lomba kaligrafi golongan naskah, hiasan mushaf, dekorasi, dan golongan kaligrafi kontemporer.

Dewan hakim Khath Alquran Golongan Dekorasi dan Kontemporer, KH Robert Nasrullah berharap ke depannya kaligrafi Alquran bisa menjadi media untuk membangun pendidikan karakter bagi generasi muda bangsa. "Bagaimana kaligrafi itu bisa menjadi media pendidikan karakter dan spirit orang berbuat baik. Jadi tidak hanya kaligrafi dalam apresiatif perlombaan pada juara satu, dua dan tiga. Namun bagaimana kaligrafi bisa mencerahkan nilai-nilai kebaikan di masyarakat," ujar KH Robert di di Gedung Serba Guna Indoor, Jalan Wiliam Iskandar, Medan, Rabu (10/10).

Menurut dia, huruf kaligrafi sangat elastis dan terkadang satu huruf bisa menembus beberapa spasi. Ada kalanya juga huruf kaligrafi berbentuk bulat, segitiga, panjang dan berbentuk bintang yang menunjukan elastisitas sebuah kaligrafi itu memiliki makna kebersamaan, penuh dengan nilai silaturahmi, tolong menolang, saling menyapa dan jauh dari perpepecahan.

Karena itu, menurut dia, kaligrafi memiliki makna yang penting untuk diketahui generasi muda saat ini. Pada akhirnya, kata dia, dengan kaligrafi orang bisa bertambah baik, santun, cinta pada orangtua dan kepada teman. "Kaligarafi juga bisa mengerakan budaya pemerintahan yang bersih. Tidak hanya sebagai ekspresi keindahan melainkan juga berfungsi secara sosial dan mengajarkan nilai-nilai kebaikan," kata KH Robert.

Sebagai informasi, perlombaan kaligrafi ini digelar pada 8 hingga 10 Oktober sebagai rangkaian kegiatan MTQ Nasional ke-27 yang digelar di Medan dan Deli Serdang. Ketua Majelis Hakim Cabang Khath Alquran Golongan Dekorasi dan Kontemporer, Didin Sirojuddin mengatakan, peserta kaligrafi ini diikuti sebanyak 254 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Namun, setelah dilakukan penjaringan pada Rabu (10/10), akhirnya terpilih 24 peserta yang akan bertanding lagi pada babak final yang akan diselenggarakan Kamis (11/10) besok. "Besok dewan hakim akan menentukan pemenang dari masing-masing golongan. Pemenang akan diumumkan pada penutupan MTQ Nasional nanti," katanya.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA