Sunday, 13 Syawwal 1440 / 16 June 2019

Sunday, 13 Syawwal 1440 / 16 June 2019

Mendengarkan Nasihat

Jumat 05 Oct 2018 07:30 WIB

Red: Agung Sasongko

Memberi nasihat merupakan anjuran agama (ilustrasi).

Memberi nasihat merupakan anjuran agama (ilustrasi).

Foto: Blogspot.com
Ajaran dan tradisi dalam Islam menyuruh kita untuk memperhatikan nasihat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Abdurrahman an-Nashir merupakan khalifah Cordova yang mencintai buku. Pada masa kekhilafahannya, berdiri sebuah perpustakaan terbesar di dunia yang diisi koleksi buku sang khalifah dan dua anaknya.

Tersebutlah khalifah sudah tiga kali tidak tampak shalat Jum at. Dia dikabarkan tengah sibuk menyelesaikan proyek pembangunan Kota az-Zahrah di Cordova. Sebuah proyek megah yang bisa menjadi simbol kekuasaan kekhilafahan.

Istana kerajaan ini memiliki 400 kamar yang konon dapat menampung ribuan budak dan pegawai. Istana az-Zahrah terbuat dari pualam putih yang didatangkan dari Nurmidia dan Carthago. Az-Zahrah pun diharapkan bisa mencerminkan kemajuan ilmu serta budaya di Cordova.

Pada Jumat keempat, sang khalifah ternyata hadir di tengah jamaah shalat Jumat.

Ketika itu, Mundzir Sa'id menjadi khatib. Ketika berkhutbah, dia mengutip QS asy-Syuara ayat 128-131.

Apakah kamu mendirikan pada tiap-tiap tanah bangunan untuk bermain-main (bermewah- mewah dan memperlihatkan kekayaan). Dan kamu membuat benteng-benteng dengan maksud supaya kamu kekal (di dunia)? Dan apabila kamu menyisa, maka kamumenyiksa sebagai orang- orang yang kejam dan bengis. Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepada-Ku.

Tidak hanya sampai disitu, khatib pun meletakkan ayat tersebut dalam konteks kebijakan kekhalifahan yang tengah membangun proyek megah itu.

Sungguh tak bermanfaat semua proyek pembangunan itu jika dalam perencanaan, pelaksanaan dan pemanfaatannya; kita melupakan Allah, melanggar syariat-Nya dan melampaui batas. Sungguh, kita telah berbuat zalim jika dalam proyek pembangunan itu kita menghambur-hamburkan uang negara.

Kita zalim, jika atas nama pembangunan, lalu mengabaikan usaha-usaha pemenuhan kebutuhan dasar rakyat dan malah hanya mengerjakan sesuatu sekadar menyenangkan segelintir penguasa saja. Ketahuilah, itu pengkhianatan.

Apakah benar semua pembangunan itu seperti yang sering diklaim oleh para pejabat bahwa itu untuk kepentingan rakyat? Jika ternyata menghasilkan dampak sosial yang negatif? Bukankah sangat sering terjadi orang kehilangan rumah karena tergusur, dengan ganti rugi yang tak memadai? Atau lahan bermain anak menjadi jauh berkurang?

Pedasnya isi khutbah Jumat ternyata di tanggapi oleh sang khalifah. Dia pun mencoba memancing anaknya seusai shalat Jumat. "Aku tersinggung dengan isi khutbah tadi."

Anaknya menjawab, "Jika ayah tersinggung ma ka saya marah besar. Saya minta agar khatib tadi tak boleh lagi tampil berkhutbah."

Ternyata, khalifah menutup dialog tersebut dengan kalimat yang bijak."Tidak anakku.

Tak sepatutnya khatib tadi menerima sanksi. Bahkan sebaliknya, kita harus berterima kasih atas semua yang telah disampaikannya."

Nasihat atau kritik ini merupakan tanda cintanya yang tulus kepada kita. Ajaran dan tradisi dalam Islam menyuruh kita untuk memperhatikan nasihat, meski pahit. Tidakkah Allah SWT sudah meminta kita dalam Alquran untuk menasihati dalam kebenaran dan kesabaran?

Sumber : Dialog Jumat Republika
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA