Sabtu, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Sabtu, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

200 Ulama dan Dai Jabodetabek Serukan Persatuan

Ahad 23 Sep 2018 18:49 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Agus Yulianto

Pengasuh Pesantren Cendikia Amanah Depok sekaligus Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat, KH Cholil Nafis saat sambutan dalam acara Halaqah dan Sarasehan Ulama dan Dai se-Jabodetabek di Aula Masjid Pondok Pesantren Cendikia Amanah, Jalan Kalimulya Cilodong, Depok, Ahad (23/9).

Pengasuh Pesantren Cendikia Amanah Depok sekaligus Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat, KH Cholil Nafis saat sambutan dalam acara Halaqah dan Sarasehan Ulama dan Dai se-Jabodetabek di Aula Masjid Pondok Pesantren Cendikia Amanah, Jalan Kalimulya Cilodong, Depok, Ahad (23/9).

Foto: Muhyiddin/Republika
Menjelang Pilpres 2019 ini sangat rawan terjadinya konflik di internal umat Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Ratusan Ulama dan Dai se-Jabodetabek menggelar Halaqah dan Sarasehan di Aula Masjid Pondok Pesantren Cendikia Amanah, Jalan Kalimulya Cilodong, Depok, Ahad (23/9). Sedikitnya 200 ulama dan dai tersebut, merupakan delegasi dari ormas Islam, takmir masjid, pimpinan pesantren, dan delegasi MUI di Jabodetabek. 

Halaqah ini juga dihadiri Wakil Ketua MUI Pusat, Zainut Tauhid sebagai pembicara kunci dan juga Wali Kota Depok, M Idris Abdul Somad. Pengasuh Pesantren Cendikia Amanah sekaligus Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat, KH Cholil Nafis mengatakan, bahwa tujuan halaqah ini salah satunya untuk menyerukan persatuan umat di tahun politik. 

Karena, menurut dia, menjelang Pilpres 2019 ini sangat rawan terjadinya konflik di internal umat Islam, bukan lagi konflik antar umat beragama. Apalagi, kata dia, saat ini pasangan capres-cawapres yang akan maju adalah sama-sama beragama Islam.

"Melihat perkembangan yang muncul ini tentunya kita ingin menyerukan persatuan, karena nggak mungkin membangun Indonesia ini tanpa persatuan," ujar KH Cholil saat ditemui di sela-sela sarasehan. 

Menurut KH Cholil, apapun potensi yang dimiliki bangsa ini, jika masyarakatnya tidak bersatu, maka tidak akan bisa berkembang seperti negara-negara konflik di Timur Tengah. Karena itu, kata dia, sarehan ini nantinya juga diharapkan bisa menghasilkan kesepakatan bersama untuk menjaga persatuan umat. 

"Insya Allah halaqah ini akan ada semacam taqrir (kesepakatan) yang dikeluarkan," ucapnya. 

Halaqah ini juga banyak mendiskusikan tentang tema "optimalisasi peran dai untuk persatuan umat". Pembicara yang dihadirkan dalam diskusi ini adalah Dirjen Bimas Islam Kemenag, Muhammadiyah Amin dan juga KH Cholil Nafis sendiri.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA