Thursday, 9 Safar 1440 / 18 October 2018

Thursday, 9 Safar 1440 / 18 October 2018

Generasi Milenial Berpotensi Jadi Agen Dakwah

Jumat 14 Sep 2018 17:15 WIB

Rep: Zachrotul Oktaviani/ Red: Agung Sasongko

Dakwah

Dakwah

Foto: Dok. Republika
pergerakan awal pasti dimulai dari pemuda.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah KH Cholil Nafis menyebut generasi muda adalah agen perubahan. Hal ini sudah terbukti sejak zaman dulu.

Setiap perubahan yang terjadi baik dalam sejarah Islam maupun Indonesia, pergerakan awal pasti dimulai dari pemuda. Tidak ada yang tiba-tiba menjadi tua dan mengajukan perubahan.

"Contohnya saat Nabi Musa melakukan perubahan dan mendapat kitab Taurat, itu usianya masih muda. Nabi Ibrahim juga saat merubah perilaku menyembah patung, masih muda. Di Indonesia pun saat Soekarno-Hatta, Soeharto, dan Habibie itu usia mereka masih muda," ujar Kiai Cholil kepada Republika.co.id, Jumat (14/9).

Menanggapi ucapan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama (Kemenag) Arskal Salim GP yang menyatakan generasi milenial memiliki potensi menjadi agen dakwah, Kiai Cholil pun setuju. Sejarah disebut telah membuktikan hal tersebut.

Kiai Cholil menyatakan saat ini generasi muda diberkahi dengan kemajuan teknologi dan berkembangnya media sosial (medsos). Perkembangan ini pun harus dibarengi dengan nilai keagamaan dan moral agar tidak terbawa dan menjadikan berkat ini sebagai sesuatu yang membawa pada kehancuran.

"Kemampuan dan perkembangan zaman ini bisa menjadi kebaikan mana kala diberi jiwa-jiwa keagamaan dan nilai moral. Jika mereka hidup dengan alam teknologi, kebebasan, dan keterbukan tanpa dua nilai tadi, yang terjadi adalah kehancuran," lanjutnya.

Pria kelahiran 1975 ini berharap pemuda dapat diikut sertakan dalam aktifitas dakwah dan agama. Jangan melulu dikaitkan dengan politik dan kekuasaan.

Jika pemuda sudah diberi ilmu agama dan dakwah, mereka akan menjadi manusia yang baik dan bertanggungjawab. Para generasi penerus bangsa ini nantinya bisa mengendalikan diri baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

Alat dan perkembangan teknologi yang sudah baik dan modern ini harusnya bisa dimanfaatkan dengan baik juga. Lebih-lebih mendukung pemuda sebagai agen perubahan.

Medsos bisa membantu mempercepat penyebaran informasi. Antar penggunanya pun bisa lebih interaktif dan cakupannya lebih luas.

"Kalau orang sudah dubejali tatanan nilai moral dan agama, dia bisa lebih bertanggungjawab. Bukan mereka seperti di dua alam, dimana sikap saat dunia nyata berbeda dengan di dunia maya," 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA