Minggu, 13 Muharram 1440 / 23 September 2018

Minggu, 13 Muharram 1440 / 23 September 2018

Mengenang Perjuangan Kiai Ruhiat di Cipasung

Rabu 29 Agustus 2018 10:41 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Agung Sasongko

 Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis saat berceramah dalam acara Haul ke-41 KH. Ruhiyat di Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Selasa (28/08).

Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis saat berceramah dalam acara Haul ke-41 KH. Ruhiyat di Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Selasa (28/08).

Foto: Republika/Muhyiddin
Kiai Ruhiat selalu haus akan ilmu karena selalu mengejar ilmu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- KH. Ruhiat sosok dibalik berdirinya pesantren Cipasung, Singaparna, Tasikmalaya. Di pesantren tersebut, lahir ulama besar. Namun generasi saat ini kurang lagi mengenal ketokohannya.

Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis menjadi penceramah acara Haul ke-41 KH. Ruhiyat dan Haul ke-11 KH. Ilyas Ruhiyat di Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Selasa (28/08).

photo

KH Cholil Nafis

KH Cholil bersyukur bisa diberi kesempatan untuk mengisi acara yang dihadiri santri dan alumni pesantren tersebut. Ribuan santri, alumni, jamaah tumpah ruah mengikuti rangkaian acara hingga akhir.

"Meskipun saya baru kemarin datang dari menunaikan haji, tapi saya sempatkan untuk mendapat berkah dan meneladani perjuangan Kiai Ruhiat dan Kiai Muhammad Ilyas dalam pendirian bangsa Indonesia dan mengarahkan keluaraga besar Nahdhatul Ulama," ujar KH Cholil kepada Republika.co.id, Rabu (29/8).

Menurut KH Cholil, dalam perjalanan hidupnya Kiai Ruhiat selalu haus akan ilmu karena selalu mengejar ilmu dari pesantren ke pesantren. Karena itu, Kiai Ruhiyat menjadi pejuang sejati untuk Indonesia.

photo

Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis saat berceramah dalam acara Haul ke-41 KH. Ruhiyat di Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Selasa (28/08).

"Ia juga pejuang sejati, berkali-kali masuk penjara, mulai zaman penjajahan Belanda, Jepang dan setelah kemerdekaan," ucapnya.

KH Cholil mengatakan, meskipun Kiai Ruhiat sosok kiai yang mengenyam pendidikan salaf namun mampu mendirikan pendidikan modern. Tak heran jika alumninya saat ini tersebar luas di lingkungan pemerintahan, legislatif dan yudikatif.

KH Cholil ingin mengkuti jejak perjuangan Kiai Ruhiat yang bermula dari orang biasa, namun berhasil mencetak santri dan alumninya yang bermanfaat bagi bangsa dan agama. "Mereka telah membuktikan alumninya menjadi apa-apa dari tidak apa-apa," jelas Pendiri Ponpes Cendikia Amanah Depok ini.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES