Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

KH Ma'ruf Amin Nonaktif Sebagai Ketua Umum MUI

Selasa 28 Aug 2018 19:32 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas / Red: Andi Nur Aminah

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Kiai Ma'ruf ingin fokus mengerjakan amanat karena dipercaya sebagai Cawapres Jokowi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum MUI Prof DR KH Ma'ruf Amin memilih nonaktif dari jabatannya tersebut. Hal ini demi menjaga independensi MUI dari dinamika politik praktis.

"Sejak ditetapkan sebagai Cawapres oleh KPU, beliau sudah berketetapan nonaktif dari Ketua Umum. Sikap itu ditegaskan lagi oleh Kiai, tadi," kata Waketum MUI, Zainut Tauhid Sa'adi dalam siaran persnya, Selasa (28/8).

Menurut Zainut, keputusan tersebut didasari pertimbangan agar posisinya sebagi Calon Wakil Presiden tidak menimbulkan pro-kontra di masyarakat, termasuk di internal MUI. "Beliau ingin fokus mengerjakan amanat karena dipercaya sebagai Cawapres Jokowi, sebagaimana fokusnya beliau mengabdi di MUI selama ini," tambahnya.

Menanggapi keputusan KH Ma'ruf tersebut, Sekjen MUI, Dr Anwar Abbas mengapresiasi langkah yang diambil oleh alumni Pesantren Tebu Ireng itu. Menurutnya, sebenarnya tidak ada aturan organisasi yang mengharuskan Kiai Ma'aruf nonaktif selama masa pencalonan. "Namun dengan kearifannya, beliau melakukan itu," kata pria yang akrab disapa Buya Anwar itu.

Baca: Deddy Mizwar Ditunjuk Jadi Jubir Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf

Ia menegaskan bahwa langkah yang ditempuh KH Ma'aruf diharapkan dapat menjadi teladan yang baik bagi seluruh jajaran pengurus MUI di berbagai tingkatan. Terlebih lagi posisi MUI yang selama ini selalu jadi rujukan umat.

"Keteladanan itu menjadi penting, tidak hanya melihat aturan tertulis, tapi juga fatson politiknya," kata aktifis senior PP Muhamammadiyah itu.

Demi menjaga keberlangsungan organisasi MUI, kursi kepemimpinan MUI akan diemban oleh dua Wakil Ketua Umum yakni Prof Dr Yunahar Ilyas dan H Zainut Tauhid Sa'adi. Sehingga roda organisasi tetap berjalan normal seperti biasa, meski Ketum nonaktif.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA