Thursday, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Thursday, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

PBNU Instruksikan Qunut Nazilah untuk Gempa Lombok

Senin 06 Aug 2018 15:45 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Agung Sasongko

Sejumlah korban gempa dirawat di tenda di halaman RSUD Kabupaten Lombok Utara di Tanjung, NTB, Senin (6/8).

Sejumlah korban gempa dirawat di tenda di halaman RSUD Kabupaten Lombok Utara di Tanjung, NTB, Senin (6/8).

Foto: Antara/Ahmad Subaidi
PBNU juga menyampaikan rasa duka yang mendalam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan rasa duka yang sangat mendalam atas musibah gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali, dan sekitarnya. Karena itu, PBNU mengistruksikan kepada nahdliyin untuk membaca qunut nazilah dan doa untuk keselamatan bangsa agar bangsa Indonesia terhindar dari musibah dan bencana.

Surat instruksi tersebut ditandatangani Rais Aam PBNU KH Ma'ruf Amin, Katib Aam KH Yahya Cholil Staquf, Ketum PBNU Said Aqil Siroj, dan Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini.

"PBNU menginstruksikan kepada seluruh Pengurus Wilayah, Pengurus Cabang NU, Pengurus Lembaga NU, Pengurus Banom NU, serta seluruh warga nahdliyin se-lndonesia agar membacakan doa qunut nazilah," kata KH Said Aqil dalam surat instruksi yang diterima Republika.co.id, Senin (6/8).

Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini mengatakan bahwa PBNU juga menginstruksikan kepada pimpinan pondok pesantren, masjid, dan mushala untuk membacakan qunut nazilah. Menurut dia, selain upaya lahiriah, ikhtiar batin juga harus dilakukan sebagai bentuk keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan.

“Semoga bangsa Indonesia selalu dalam lindungan Allah dan dikaruniai keamanan untuk penduduknya,” ujar Helmy.

Menurut dia, saat ini PBNU terus menggalang solidaritas kemanusiaan berupa bantuan melalui LPBNU dan Lazisnu untuk membantu korban gempa di Lombok. “Melalui LPBI NU dan Lazisnu, Nahdlatul Ulama mengirimkan bantuan dan mendirikan posko kemanusiaan. Sebuah usaha untuk meringankan beban saudara-saudara kita,” katanya menjelaskan.

Di Surabaya, calon jamaah haji (CJH) embarkasi Surabaya yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 59, 60, dan 61 menggelar shalat ghaib dan doa bersama di masjid Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Senin (6/8). Shalat ghaib dan doa bersama yang digelar calon jamaah haji asal Nganjuk, Surabaya, dan Bali tersebut dikhususkan untuk para korban gempa bumi di Lombok dan sekitarnya.

Kepala Kemenag Kabupaten Nganjuk, yang juga bertindak sebagai imam shalat, Barozi, menyampaikan belasungkawa untuk para korban gempa di Lombok. Dia juga berharap doa yang dipanjatkan tersebut bisa terkabul dan bisa meringankan beban para korban gempa.

"Doa kita bersama untuk para korban bencana alam yang menimpa saudara-saudara kita di Lombok. Mudah-mudahan ini menjadi doa yang dikabulkan oleh Allah SWT dan meringankan penderitaan yang dialami oleh saudara-saudara kita di Lombok sana," ujar Barozi ditemui seusai shalat ghaib.

Barozi menyatakan, shalat ghaib dan doa bersama yang digelar juga merupakan wujud pelaksanaan imbauan dari Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Di mana yang bersangkutan mengimbau para calon jamaah haji di masing-masing embarkasi menggelar shalat ghaib untuk mendoakan para korban gempa Lombok

"Ini juga merupakan imbauan dari pak menteri. Pak menteri sebelumnya mengimbau kepada para jamaah haji di masing-masing embarkasi supaya melakukan shalat ghaib," ujar Barozi.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak jamaah haji Indonesia di Tanah Suci untuk mendoakan keselamatan bangsa Indonesia. Khususnya mendoakan keselamatan bagi para korban musibah gempa di Nusa Tenggara Barat.

"Saya mengajak jamaah haji Indonesia yang kini berada di Tanah Suci untuk ikut mendoakan keselamatan bangsa, khususnya masyarakat NTB dan Bali, yang tengah ditimpa musibah akibat gempa," kata Lukman.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA