Tuesday, 10 Zulhijjah 1439 / 21 August 2018

Tuesday, 10 Zulhijjah 1439 / 21 August 2018

Mengenal Air yang Sah Digunakan Mandi dan Wudhu

Kamis 02 August 2018 07:49 WIB

Red: Irwan Kelana

Berwudhu

Berwudhu

Foto: REPUBLIKA/Wihdan Hidayat
Ada 7 macam air yang suci dan mensucikan.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Salah satu syarat sah shalat adalah bersih dari hadats dan najis. Hadats besar dibersihkan dengan mandi, hadats kecil dibersihkan dengan wudhu/tayamum, sedangkan najis dibersihkan dengan bersuci.

“Penting bagi kaum Muslimin mengenal air yang suci dan mensucikan, baik unrtuk keperluan mandi, wudhu maupun bersuci,” kata Ustaz Asep Abdul Wadud saat mengisi pengajian guru Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI) di Masjid Al Ikhlas Bosowa Bina Insani,  Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/7).

Dalam kesempatan tersebut, pimpinan salah satu pondok pesantren di Bogor itu mengupas kitab Fathul Qorîb Al Majîd Fî Syarh Al Fâzhi At Taqrîb, karya Abi Abdillah Syamsuddin Muhammad Qosim ibn Muhammad Al Ghaziy, salah satu ulama Madzhab Syafi’i.

“Ada beberapa jenis air yang bisa dipakai untuk mensucikan diri -- mandi, wudhu dan menghilangkan najis --, yakni air hujan, air laut, air sungai, air sumur, air darimata air, air salju, dan air embun,” tuturnya dalam rilis SBBI yang diterima Republika.co.id, Rabu (1/8).

Dari ketujuh air ini, disimpulkan bahwa air yang turun dari langit dan yang keluar dari bumi, bagaimanapun rasa, bentuk dan warnanya, adalah air yang suci dan mensucikan. “Dalam kaitannya dengan thoharoh, pensucian diri, air diklasifisikasikan menjadi empat bagian,” tuturnya.

Pertama, air suci dan mensucikan tidak makruh dipergunakan bersuci. Kedua, air suci mensucikan, makruh digunakan bersuci.  Contohnya air yang terjemur oleh sinar matahari, atau yang terlalu panas/ dingin.

Ketiga,  air suci tidak mensucikan, di antaranya, air bekas pakai, air kopi, the manis, susu, sirop, dan lainnya.

Keempat, kata Asep Abdul Wadud, air suci yang terkena najis (mutanajis).  “Air tersebut tidak dapat digunakan untuk bersuci, kecuali air tersebut lebih dari dua kulah. Menurut Prof Dr Mahmud Yunus, dua kulah itu kurang lebih 161 liter,” paparnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Jamaah Haji Berwukuf di Arafah

Senin , 20 August 2018, 23:56 WIB