Monday, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Monday, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Menag Ajak Generasi Muda Pahami Jiwa Berdakwah

Jumat 13 Jul 2018 06:34 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Muhammad Hafil

Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin

Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin

Foto: RepublikaTV/Havid Al Vizki
Strategi dakwah tidak boleh bertentangan dengan hakekat dakwah itu sendiri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak generasi muda bisa memahami ruhul dakwah atau jiwa dalam dakwah. Pada hakekatnya dakwah merupakan kerja yang tidak berkesudahan, tanggung jawab yang di miliki setiap muslim sekaligus dituntut untuk menebarkan kebajikan, yakni mengajak bukan memaksa.

“Saya ingin mengajak generasi muda betul-betul memahami ruhul dakwah atau jiwa dalam dakwah,” ujar dalam keterangan tulis, Kamis (12/7).

“ini saya garisbawahi, karena pada prakteknya, mungkin karena satu hal lalu kemudian terjebak pada proses dakwah yang memaksa dengan mentolerir cara kekerasan yang bertentangan dengan ruh dakwah itu sendiri yang harus dilakukan dengan cara yang persuasif, bilhikmah,” lanjutnya.

Halaqah ini digelar di Kampus Universitas Islam Sutan Agung (UNISSULA) Semarang mengetengahkan tema Peluang dan Tantangan Dakwah Generasi Milenial. Oleh karenanya, Menag menegaskan, agar strategi dakwah yang dilakukan tidak bertentangan dengan hakekat dakwah itu sendiri.

Yaitu, tidak memaksakan, tidak menimbulkan antipati. Dalam kesempatan tersebut juga mengatakan inilah saatnya mereka yang memiliki paham moderat (wasathiyah) lebih proaktif, speak up, speak out, lebih bersuara. “Karena ini sesuatu yang juga perlu dicermati betul, biasanya yang moderat cenderung diam,” ujarnya. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES