Monday, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Monday, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Menag: Ada Pihak yang Ingin Benturkan Pancasila dan Islam

Kamis 12 Jul 2018 17:52 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Andi Nur Aminah

Silaturahim dan Dialog Kebangsaan bersama Menteri Agama di Hotel Ciputra, Jakarta, Rabu (11/7).

Silaturahim dan Dialog Kebangsaan bersama Menteri Agama di Hotel Ciputra, Jakarta, Rabu (11/7).

Foto: Muhyiddin/Republika
Pancasila bukanlah sesuatu yang harus dipertentangkan dengan Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyebut bahwa akhir-akhir ini memang ada pihak-pihak yang ingin membenturkan Pancasila dan Islam. Karena itu, Lukman mengajak kepada ormas Islam dan umat agar memiliki kesadaran bahwa Pancasila sebenarnya milik umat Islam.

Menurut dia, ketika ada orang yang mengatakan bahwa dia Pancasila, maka umat jangan terpengaruh seakan-akan orang tersebut ingin memperhadapkan antara Pancasila dan Islam. "Memang ada pihak-pihak yang memiliki agenda itu, ada yang ingin membenturkan itu (Pancasila dan Islam). Tapi kita justru, maksud saya umat Islam Indonesia itu harus sampai pada tingkat kesadaran bahwa Pancasila itu milik kita," ujar Lukman saat menjadi pembicara dalam kegiatan Silaturrahim dan Dialog Kebangsaan Bersama Menteri Agama di Hotel Ciputra, Jakarta, Rabu (11/7).

Lukman mengatakan karena Pancasila milik umat Islam, maka bukanlah sesuatu yang harus dipertentangkan dengan Islam. Karena itu, kata dia, umat Islam jangan juga merasa diperhadapkan dengan Pancasila. "Oleh karenanya ini milik kita, rumah kita. Maka siapapun yang ingin mencoba mengusik, jangan sampai kita merasa diperhadapkan dengan Pancasila," ucap Lukman.

photo

JAKARTA -- Ratusan peserta perwakilan dari Ormas Islam mengikuti kegiatan Silaturrahim dan Dialog Dialog Kebangsaan Bersama Menteri Agama di Hotel Ciputra, Jakarta, Rabu (11/7).

Dia menambahkan, Pancasila menjadi milik umat Islam itu juga karena semua ajarannya Islami semua. Maka, tak heran jika Pancasila menjadi titik pijak berdirinya negara kesepakatan (Darul Mitsaq), yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Dan ini yang harus kita syukuri, dan ini menjadi sesuatu yang oleh negara atau bangsa lain di dunia, semacam ada kecemburuan karena kita memiliki ini, karena semua nilai yang ada di dalam Pancasila itu Islami," kata Lukman.

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES