Tuesday, 4 Zulqaidah 1439 / 17 July 2018

Tuesday, 4 Zulqaidah 1439 / 17 July 2018

Jokowi: MTQ Tunjukkan Rahmat Islam

Rabu 11 July 2018 22:17 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Ani Nursalikah

Pembukaan MTQ Internasional. Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban Din Syamsuddin (kiri) serta Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menghadiri MTQ Internasional II dan MTQ Nasional VIII Antar Pondok Pesantren di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/7).

Pembukaan MTQ Internasional. Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban Din Syamsuddin (kiri) serta Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menghadiri MTQ Internasional II dan MTQ Nasional VIII Antar Pondok Pesantren di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/7).

Foto: Republika/ Wihdan
Dengan membaca Alquran, umat Islam dapat mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka MTQ Internasional II, MTQ Nasional VIII Antar Pondok Pesantren, Kongres V Jam'iyyatul Qurra Wal Huffazh (JHQ) Nahdlatul Ulama dan penyerahan Mushaf Alquran di Istana Negara, Jakarta.

Ia pun berharap Musabaqah Tilawatil Al-Quran (MTQ) dapat menunjukkan keindahan dan kedamaian dari agama Islam kepada dunia. Melalui pembacaan Alquran, ia berharap dunia dapat melihat rahmat dari agama Islam.

"Saya berpesan supaya MTQ ini membuat dunia mendengar, membuat dunia melihat, membuat dunia merasakan keindahan dan kedamaian, serta rahmat Alquran dari agama Islam," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/7).

Presiden berharap lafal Alquran yang menggaungkan nilai kemanusiaan dan nilai kesalehan juga dapat terdengar hingga penjuru dunia. Nilai-nilai ini pun, kata dia, tengah dikerjakan oleh pemerintah melalui program pemberdayaan ekonomi umat. Seperti program Bank Wakaf Mikro, pendidikan vokasional berbasis pesantren, serta program redistribusi aset.

photo

Pembukaan MTQ Internasional. Ulama dan santri menghadiri MTQ Internasional II dan MTQ Nasional VIII Antar Pondok Pesantren di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/7).

"Memang baru pada awal-awal kita mulai dan belum pada jumlah yang sangat besar. Oleh sebab itu, sabar," ujarnya.

Menurut Jokowi, Alquran menjadi pegangan hidup manusia. Sehingga, dengan pembacaan ayat-ayat Alquran diharapkan umat Islam dapat menghayati dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Termasuk supaya Alquran menjadi panduan kita dalam menjalankan wasatiyah Islam. Islam yang moderat dan Islam yang menyejukkan," tambah dia.

Jokowi juga menyampaikan pertemuan para ulama dan cendekiawan Muslim di Indonesia untuk membentuk poros wasatiyah Islam dunia. Jokowi mengatakan, para ulama dunia pun optimistis poros wasatiyah Islam dapat menjadi harapan baru bagi lahirnya dunia yang penuh kedamaian dan sejahtera.

Dalam kesempatan ini, Presiden Jokowi juga menerima hadiah mashaf Alquran sulaman dari Tan Sri Lee Kim Yew, ketua Cheng Ho Multiculture Education Trust Malaysia. Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban Din Syamsudin menyampaikan, Tan Sri Lee Kim Yew merupakan seorang pengusaha asal Malaysia dan juga penganut Konghucu yang meminta sekelompok Muslimah di Ninxia, Cina untuk mengerjakan sulaman mashaf Alquran selama tiga tahun.

photo

Pembukaan MTQ Internasional. Presiden Joko Widodo (kanan) membuka secara simbolis MTQ Internasional II dan MTQ Nasional VIII Antar Pondok Pesantren di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/7).

"Menyampaikan kepada saya, insya Allah Alquran besar ini ingin dihadiahkan kepada umat Islam se-dunia melalui Raja Saudi Arabia Raja Salman. Lalu saya bujuk beliau, bagaimana kalau hadiah itu diberikan melalui Presiden RI. Indonesia adalah negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia dan beliau sepakat," ujar Din dalam sambutannya.

Dalam satu juz, mashaf Alquran ini dibuat sepanjang 17 meter. Sehingga, total dari 30 juz gulungan mashaf Alquran mencapai 450 meter. Mashaf Alquran ini disimpan di dalam dua peti kayu pilihan.

Menurut Din, pemberian mashaf Alquran oleh Tan Sri Lee Kim Yew ini pun menjadi pembelajaran bagi umat Islam se-Indonesia seorang non-Muslim pun bahkan dengan ikhlas menafkahkan hartanya untuk Alquran. 

"Pesannya umat Islam jangan lupakan Alquran," tambahnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES