Saturday, 27 Syawwal 1443 / 28 May 2022

Amien Rais Imbau Kemenag Cabut Daftar 200 Mubaligh

Senin 21 May 2018 21:01 WIB

Red: Didi Purwadi

Refleksi Reformasi. Tokoh Reformasi Amien Rais memberikan paparan saat 20 Tahun Refleksi Reformasi di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (21/5).

Refleksi Reformasi. Tokoh Reformasi Amien Rais memberikan paparan saat 20 Tahun Refleksi Reformasi di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (21/5).

Foto: Republika/ Wihdan
Jika ditambah lagi, daftar mubaligh Kemenag justru menambah kegusaran dan kegaduhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Kehormatan DPP PAN, Amien Rais, ikut mengomentari pro-kontra terkait daftar 200 mubaligh yang direkomendasikan oleh Kementerian Agama (Kemenag). Ia mengimbau agar Kemenag menarik rekomendasi 200 mubaligh sesegera mungkin.

"Jadi, saya mengimbau sesegera mungkin daftar 200 mubaligh itu ditarik, dibatalkan dan tidak akan diperpanjang lagi. Karena kalau ditambah lagi, nanti mau jadi berapa ribu malah menambah kegusaran dan kegaduhan," kata Amien di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (21/5).

Ia pun menyarankan jika ada aspirasi dari masyarakat yang lebih baik, maka hal tersebut perlu dipertimbangkan baik oleh Menteri Agama Lukman Hakin Saifuddin maupun Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menghilangkan kegaduhan tersebut. "Jadi harus dicabut but, selesai," tegasnya.

Amien bahkan menyebut ciri pemimpin berjiwa besar yaitu mau mundur jika ternyata keputusannya yang dikeluarkan keliru. Sebelumnya Kemenag merilis daftar 200 nama mubaligh. Menurut Menag Lukman Hakim, rekomendasi mubaligh dikeluarkan Kemenag untuk menjawab semua pertanyaan dari masyarakat.

Ia mengatakan banyak yang menanyakan kepada Kemenag terkait mubaligh yang dapat berceramah, baik di mushola, masjid dan tempat pengajian lainnya. Lukman juga mengatakan karena banyaknya permintaan dan pertanyaan dari masyarakat, Kemenag meminta masukan kepada sejumlah ormas Islam, tokoh umat, dan ulama.

''Termasuk masjid-masjid besar yang ada di Indonesia lalu kemudian kami mendapatkan nama-nama itu,'' ujar Lukman.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA