Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Masjid Terdampak Gempa di Pidie Sudah Dipakai untuk Tarawih

Ahad 20 May 2018 01:09 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Israr Itah

Masjid At-Taqarrub

Masjid At-Taqarrub

Foto: Dok Staf Humas Kepresidenan Alois Wisnuhardana
Peletakan batu pertama pembangunan Masjid At-Taqarrub dilakukan Presiden Jokowi.

REPUBLIKA.CO.ID, PIDIE - Pemerintah telah selesai membangun kembali Masjid At-Taqarrub di Desa Keude, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Sebelumnya, masjid ini mengalami rusak berat akibat gempa bumi di Pidie Jaya, Aceh pada 7 Desember 2016. Masyarakat kini sudah bisa salat tarawih berjamaah pada Ramadhan kali ini.

Rekonstruksi masjid dilakukan sesuai perintah Presiden Joko Widodo. Presiden datang ke lokasi gempa di Pidie dan Pidie Jaya guna memastikan rekonstruksi dan rehabilitasi gedung dapat dilaksanakan secepatnya dan berjalan sesuai dengan harapan dan keinginan masyarakat.

Peletakan batu pertama pembangunan Masjid At-Taqarrub dilakukan Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri PUPR dan Kepala Staf Kepresidenan pada 15 Desember 2016 lalu. Walaupun dalam tahap penyelesaian akhir, masjid tersebut kini sudah bisa digunakan masyarakat untuk shalat tarawih dan mengerjakan ibadah Ramadan lainnya.

Ratusan jamaah sudah mulai melakukan shalat tarawih hari pertama bulan Ramadan (16/5) lalu di Masjid At Taqarrub. Menteri Basuki mengatakan pembangunan Masjid At-Taqarrub menggunakan desain serupa dari sebelumnya. "Tidak ada desain baru, ini desain awal dari masyarakat," ujarnya.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, berkomitmen untuk menyelesaikan sebaik-baiknya dan secepat-cepatnya proses rekonstruksi dan rehabilitasi akibat gempa Aceh. “Apalagi masjid yang menjadi sarana ibadah masyarakat sangat dibutuhkan pada bulan Ramadan seperti sekarang ini,” ujarnya.

Masjid tersebut dibangun di atas tanah seluas 4.635 meter persegi dengan dua lantai. Diproyeksikan, masjid At-Taqarub dapat menampung sebanyak kurang lebih dua ribu jamaah.

"Masjid ini juga dilengkapi dengan lahan parkir yang mampu memuat 90 sepeda motor, delapan  mobil, dan tiga bus besar," ujarnya.

Masjid At-Taqarrub merupakan salah satu fasilitas umum yang dibangun oleh Kementerian PUPR pascagempa di samping 13 bangunan sekolah, madrasah dan pesantren.

Tiga belas sekolah tersebut di antaranya SDN Masjid Trienggadeng, SDN Tampui, SMPN 4 Tampui, SDN Pulandok Tunong, PAUD Kasih Ibu, SD Malim Dagang, SMK 1 Bandar Baru, SMKN 1 Bandar Dua, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Paru Bandar Baru, SMP 3 Bandar Baru Jiem Jiem, SDN Jiem Jiem, SMPN 2 Panteraja dan SMPN 1 Samalanga, Kabupaten Bireun.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA