Minggu, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Minggu, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Sampaikan Dakwah yang Menyejukkan

Rabu 16 Mei 2018 15:27 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/Andrian Saputra/Novita Intan/ Red: Agung Sasongko

Dakwah

Dakwah

Foto: wordpress.com
Jangan mudah terprovokasi isu-isu yang beredar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –  Pada Kamis (17/5), umat Islam akan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan 1439 Hijriyah. Para ustaz dan kiai diharapkan menyampaikan dakwah yang menyejukkan saat bulan suci Ramadhan. Sementara itu, masyarakat diminta agar tenang dan tidak terprovokasi dengan isu-isu yang beredar. 

“Bagaimana yang menjalankan ibadah ini bisa menjalankannya dengan khusyuk tanpa ada rasa takut apa pun karena fungsi ustaz dan kiai juga untuk meredam dan mendinginkan suasana,” ungkap Ketua PCNU Solo, Hilmi Ahmad Sakdillah, di Solo, Jawa Tengah, Rabu (16/5).

Hilmi pun berpesan agar para tokoh agama di Solo menyampaikan pada jamaahnya untuk tetap mewaspadai terorisme. Saat ini, PCNU Solo telah bertemu dan menjalin koordinasi dengan tokoh dari agama lainnya untuk kembali berkomitmen menjaga kondusivitas Kota Solo, terutama menjelang Ramadhan. Ia pun berharap warga Solo tak terprovokasi isu-isu di media sosial yang dapat memecah belah persatuan.

Di Padang, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatra Barat (Sumbar) meminta masyarakat lebih bijak dalam menanggapi isu yang menyangkutpautkan Islam dengan terorisme. Permintaan MUI ini menyusul maraknya opini yang berkembang di kalangan masyarakat setelah rentetan aksi teror yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo di Jawa Timur hingga Pekanbaru, Riau, tadi pagi.

(Baca: Puasa Lahir dan Batin)

"Seorang Muslim yang memiliki keimanan dan keislaman yang benar, tidak akan bisa menerima dan meridhai tindakan itu. Artinya, kalau ada Muslim yang menyimpang, itu perlu dipertanyakan," papar Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar.

Menurut dia, tidak ada hati seorang Muslim pun menerima aksi pengeboman sadis di rumah ibadah. Kelakuan itu jelas bukan ajaran agama Islam. Karena itu, melihat dari situasi yang berkembang, Islam harus dibersihkan dari pandangan sebagai teroris.

photo

Infografis

Gusrizal meminta aparat kepolisian mengungkap kasus terorisme ini dengan jelas untuk meluruskan opini salah yang kadung berkembang. Ia meminta seluruh pengungkapan bisa disampaikan kepada masyarakat tanpa ditutup-tutupi.

"Kami meminta agar opini yang menyudutkan umat Islam segera dihentikan. Serta, hentikan teror opini yang bisa memecah belah bangsa," katanya.

Peran Keluarga

Di Pangkalan Bun, Kalimantan Timur, Menteri Sosial Idrus Mahram meminta para keluarga bisa memberikan pemahaman dan pencerahan secara rahmatan lil alamin (rahmat semesta alam) kepada setiap anggota keluarga.

“Bagaimana kita memberikan pencerahan tentang pemahaman agama bahwa tidak ada satu pun agama yang mengajarkan saling membunuh, dalam Islam itu adalah harus saling mengasihi, memberikan rahmat kepada sesama manusia," ujarnya setelah acara Penutupan Lokalisasi Prostitusi di Kotawaringin Barat, Pangkalan Bun, Selasa (15/5).

Menurut dia, pengamalan ajaran agama yang rahmatan lil alamin dapat meminimalisasi pemahaman sikap radikalisme. "Terorisme dan radikalisme adalah lawan musuh bangsa karena itu harus ditindak tegas," ucapnya.

photo

Infografis

Ia juga menyebut, masalah teror merupakan sesuatu yang tidak bisa diterima karena bentuk tindakan biadab dan bisa merusak kemanusiaan. Untuk itu, ia meminta kepada aparat penegak hukum supaya betul-betul mengambil langkah-langkah yang tegas dan terukur. Di sisi lain, pihaknya juga meminta masyarakat mewaspadai apabila ada gejala-gejala mencurigakan.

“Segera laporkan karena ini pasti tidak akan berhenti kalau kita lihat pada saat yang sama kita minta kepada aparat untuk mengambil tindakan tegas,” ungkapnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES