Sunday, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Sunday, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Jaga Persatuan dan Tolak Segala Bentuk Kekerasan

Rabu 16 May 2018 13:30 WIB

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Agung Sasongko

Perdamaian (ilustrasi).

Perdamaian (ilustrasi).

Foto: cotwguides.com
Masyarakat diingatkan agar tidak terprovokasi dengan segala hal yang memecahbelah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -– Tugas bersama untuk memberikan pemahaman pemaknaan jihad yang benar. Sebab tidak ada satu agamapun yang mengajarkan kekerasan. Karenanya, menjaga persatuan dan kesatuan menjadi penting dalam menghadapi situasi yang berkembang saat ini.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Dr KH Said Aqil Siroj, MA menegaskan segala macam tindakan kekerasan yang mengatasnamakan agama, tidak termasuk sebagai ciri ajaran Islam yang rahmatan lil alamin (rahmat semesta alam). “Saya mengecam keras segala tindakan terorisme, apapun motif dan latar belakangnya,”kata KH Said Aqil kepada Republika.co.id belum lama ini.

Kiai Said pun mengajak seluruh warga Indonesia untuk bersatu padu menggalang solidaritas kemanusiaan untuk menolak segala bentuk kekerasan. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak terprovokasi dengan segala hal yang berpotensi memecah keutuhan bangsa.

“Jika mendapati peristiwa sekecil apapun yang menjurus pada radikalisme dan terorisme segera laporkan ke aparat keamanan, jelas KH Said Aqil.

Kiai Said menjelaskan, Islam sejatinya mengajarkan nilai-nilai kesantunan dalam berdakwah, sebagaimana disebutkan dalam Alquran, Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan Al Hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. (An-Nahl: 125).

photo

Infografis

Demi mengurangi ketegangan, KH Said Aqil menghimbau umat Islam untuk senantiasa meningkatkan dzikrullah dan berdoa kepada Allah SWT untuk keselamatan, keamanan, kemaslahatan, dan ketenteraman hidup dalam berbangsa dan bernegara. Nahdlatul Ulama (NU), kata dia juga meminta kepada semua pihak untuk menghentikan segala spekulasi yang bisa memperkeruh peristiwa ini.

“Kita percayakan penanganan sepenuhnya di tangan aparat keamanan. Kita mendukung aparat keamanan, salah satunya dengan cara tidak ikut-ikutan menyebarkan isu, gambar korban, dan juga berita yang belum terverifikasi kebenarannya, ucap dia.

Direktur Jendral Bimas Islam Kemenag Muhammadiyah Amin menjelaskan bahwa tindakan radikal yang terjadi di beberapa tempat, salah satunya Surabaya merupakan tindakan yang tidak manusiawi dan menyalahi ajaran agama manapun.  Mewakili Kementerian Agama, ia meminta kepada seluruh tokoh agama agar mampu meredam kekhawatiran publik, dengan menyebarkan kedamaian melalui dakwah yang menyejukkan.

“Kami berharap kepada umat manapun agar tidak melakukan aksi yang mengganggu apalagi memusnahkan sesama, baik se-agama yang sama maupun berbeda,”kata Amin saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (15/5).

Menurut dia, selama ini jihad memang kerap disalahartikan oleh sejumlah pihak. Kesalahpahaman ini, lanjut Amin didasari dengan kurangnya pengetahuan atau terjadinya salah tafsir sehingga makna jihad dalam Alquran maupun hadits melenceng dari makna sebenarnya.

photo

Infografis

Jika berkaca pada bentuk jihad pada masa Rasulullah, sejatinya berdekatan dengan upaya untuk menuntaskan kemiskinan atau merebut kembali harta yang seharusnya menjadi haknya. Dan tidak dibenarkan melakukan peperangan di negara yang damai. 

“Jadi yang diperangi itu adalah kemiskinan bukan jiwa seseorang yang notabenenya sedang beribadah atau sebagainya,” lanjut dia.

Amin juga meminta pada masyarakat, khususnya mereka yang selama ini keliru dengan makna jihad, untuk menghentikan segala perbuatan mereka yang tidak sesuai atau berseberangan dengan ajaran agama, baik Islam maupun agama lainnya. Selain itu, dia juga menegaskan bahwa jihad masa kini dengan jihad pada masa Rasulullah jelas berbeda, dan tidak boleh disama-artikan.

“Jihad masa kini adalah jihad melawan kemiskinan, bukan berperang apalagi membunuh. Itu jelas salah,” jelas Amin.

Kemenag, kata Amin akan mengupayakan agar seluru penyuluh agama dapat memberikan pemahaman yang benar dan sesuai dengan ajaran agama masing-masing tentang makna jihad. Dia juga menyarankan masyarakat agar tenang, dan mempercayakan sepenuhnya kepada pemerintah dan aparat dalam penyelesaian kasus terorisme yang belakangan ini terjadi.

“Boleh saja tetap waspada tapi jangan berlebihan, karena pemerintah dan aparat pasti akan menangani hal ini dengan sebaik baiknya,” tegasnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES